Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Trauma Healing Korban Gempa, Pertamina Turunkan Tim Medis

10 Agu 2018, 4.24.45

​Trauma Healing Korban Gempa, Pertamina Turunkan Tim Medis

Jakarta, sentananews.com

Empat hari pasca gempa berkekuatan 7 Skala Richter (SR) di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Bina Medika yang mengelola Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), menurunkan tim medis secara langsung untuk menangani pasien korban gempa.

Unit Manager Communication & CSR Pertamina Marketing Operation Region V, Rifky Rakhman Yusuf menjelaskan, bahwa 5 tenaga medis Pertamina telah mendatangi sejumlah lokasi untuk memberikan pelayanan medis yang sangat dibutuhkan masyarakat korban gempa saat ini.

"Lokasi yang mereka sambangi yakni Dusun Terengan, Kacamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara. Di wilayah yang terdampak parah ini, tim medis Pertamina telah menangani 30 pasien korban gempa Lombok," jelas Rifky dalam keterangan persnya yang diterima Sentana, Kamis.

Sesuai kebutuhan di lapangan, tim medis yang diturunkan Pertamina Bina Medika meliputi 2 orang dokter yakni dokter umum dan dokter specialis Psikiater serta didukung 2 orang Perawat dan 1 orang Apoteker.

"Tim medis ini sedang berupaya membantu pemulihan pasien yang kondisi saat ini sangat memprihatinkan. Dengan fasilitas yang terbatas, korban luka akibat gempa harus tidur di lapangan terbuka"tambah Rifky.

Kendati begitu, lanjut Rifky, tim medis Pertamina mendukung proses perawatan pasien korban gempa, baik melakukan perawatan fisik maupun psikologis. Tim medis Pertamina yang berada di lokasi akan berupaya melakukan Trauma Healing untuk membantu warga secara psikologis. Berdasarkan temuan tim medis di lapangan, pasien mengalami trauma kepala, trauma tulang, juga ada ketakutan psikis.

Berdasarkan data BMKG, sampai siang hari Kamis, 9 Agustus 2018 masih terjadi gempa susulan. Hal ini yang menyebabkan warga di Lombok NTB dilanda trauma dan suasana masih mencekam, sehingga mereka takut berada di dalam ruangan.

"Kondisi pasien masih akut dimana mereka sulit tidur, kemudian paranoid tiap kali ada guncangan. Karena gempa susulan dengan magnitude yang cukup kuat masih terus melanda Lombok," pungkasnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

PLN Gelontorkan CSR Rp 4,6 M di Sulawesi Utara
Ekonomi
PT PLN (Persero) melalui PLN Peduli yang merupakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/C...
Menteri Rini Minta Pertamina dan PLN Stop Impor
Ekonomi
Pemerintah telah meminta PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mengevaluasi dan mengurangi im...
Nusantara Regas: Pasokan Gas untuk Listrik Jakarta Aman
Ekonomi
Jelang Asian Games, PT Nusantara Regas memastikan kehandalan sarfas dan pasokan gas dari Floating Storage Regasification Unit (...
Kasihan, BPJN V Sumsel Cuma Pelengkap Penderita
Ekonomi
"Publik kan maunya apa yang kita kerjakan itu diceritakan," demikian kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ba...
​BBM Satu Harga Jangkau 66 Titik, Wujud Energi Berkeadilan
Ekonomi
Vice President Corporate Communication PT Pertamin (Persero) Adiatma Sardjito menyatakan, sampai dengan awal Agustus 2018, PT P...
​Peserta BPJS Kesehatan Tembus 200 Juta Jiwa
Ekonomi
Jumlah peserta BPJS Kesehatan hingga saat ini mencapai lebih dari 199 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 92,4 juta jiwa ...
​Begini Cara Pertamina Dukung UMKM di Solo
Ekonomi
Menjawab keluhan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah tentang sulitnya menjangkau akses pinjaman modal perbankan. PT. Per...
Cegah Kecurangan di SPBU, Pertamina Pasang Nozzle Online
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) untuk memasang teknologi digital pada 5.518 di Stasiun Pengisi...
Sistem Penyaluran Online Akan Dipasang di 5.518 SPBU Pertamina
Ekonomi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) menyepakati pemberlakuan kebijakan digitalisasi ...