Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Wall Street Anjlok Tajam Setelah Keputusan FED

19 Sep. 2015, 11.02.16

​Wall Street Anjlok Tajam Setelah Keputusan FED

New York, sentananews.com

Saham-saham di Wall Street berakhir turun tajam pada Jumat (Sabtu pagi WIB), setelah keputusan Federal Reserve menunda menaikkan suku bunganya karena kekhawatiran tentang pelambatan pertumbuhan ekonomi global.

Dow Jones Average turun 289,95 industri (1,74 persen) menjadi ditutup pada 16.384,79. Indeks berbasis luas S&P 500 merosot 32,12 (1,61 persen) menjadi berakhir di 1.958,08, sementara indeks komposit teknologi Nasdaq kehilangan 66,72 poin (1,36 persen) pada 4.827,23.

Para analis mengatakan keputusan The Fed pada Kamis untuk mempertahankan suku bunga acuan pada nol menarik karena menyiratkan bahwa "headwinds" (gangguan ekonomi) yang dihadapi ekonomi global lebih kuat daripada yang diperkirakan. Juga, kegagalan bank sentral AS untuk bertindak meskipun sebelumnya menyatakan kenaikan suku bunga akan segera terjadi meninggalkan ketidakpastian investor atas prospek kebijakan moneter AS.

"Fakta bahwa The Fed tidak menaikkan suku bunga memperpanjang ketidakpastian dan pasar saham tidak suka ketidakpastian," kata Bill Lynch, direktur investasi, Hinsdale Associates. "Kami hanya menghadapi lebih sama dalam hal permainan menunggu ini untuk kapan mereka akhirnya akan menarik pelatuk." Semua 30 anggota Dow berakhir lebih rendah, dengan penurunan terbesar terutama pada Caterpillar jatuh 3,0 persen, Merck merosot 3,4 persen dan ExxonMobil berkurang 2,4 persen.(ANT)

Editor : Muryat Panuju


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

PLN Gelontorkan CSR Rp 4,6 M di Sulawesi Utara
Ekonomi
PT PLN (Persero) melalui PLN Peduli yang merupakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/C...
Menteri Rini Minta Pertamina dan PLN Stop Impor
Ekonomi
Pemerintah telah meminta PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mengevaluasi dan mengurangi im...
Nusantara Regas: Pasokan Gas untuk Listrik Jakarta Aman
Ekonomi
Jelang Asian Games, PT Nusantara Regas memastikan kehandalan sarfas dan pasokan gas dari Floating Storage Regasification Unit (...
Kasihan, BPJN V Sumsel Cuma Pelengkap Penderita
Ekonomi
"Publik kan maunya apa yang kita kerjakan itu diceritakan," demikian kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ba...
​BBM Satu Harga Jangkau 66 Titik, Wujud Energi Berkeadilan
Ekonomi
Vice President Corporate Communication PT Pertamin (Persero) Adiatma Sardjito menyatakan, sampai dengan awal Agustus 2018, PT P...
​Peserta BPJS Kesehatan Tembus 200 Juta Jiwa
Ekonomi
Jumlah peserta BPJS Kesehatan hingga saat ini mencapai lebih dari 199 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 92,4 juta jiwa ...
​Begini Cara Pertamina Dukung UMKM di Solo
Ekonomi
Menjawab keluhan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah tentang sulitnya menjangkau akses pinjaman modal perbankan. PT. Per...
Cegah Kecurangan di SPBU, Pertamina Pasang Nozzle Online
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) untuk memasang teknologi digital pada 5.518 di Stasiun Pengisi...
Sistem Penyaluran Online Akan Dipasang di 5.518 SPBU Pertamina
Ekonomi
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas) bersama PT Pertamina (Persero) menyepakati pemberlakuan kebijakan digitalisasi ...