Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Wall Street Berakhir Turun Tajam

29 Sep. 2015, 12.18.29

Wall Street Berakhir Turun Tajam

New York, sentananews.com

Saham-saham di Wall Street berakhir turun tajam pada Senin, bergabung dengan ekuitas Eropa yang mundur, setelah data industri buruk di Tiongkok memperdalam kekhawatiran tentang ekonomi terbesar kedua di dunia.

Dow Jones Industrial Average turun 312,78 poin (1,92 persen) menjadi ditutup pada 16.001,89.

Indeks berbasis luas S&P 500 kehilangan 49,57 poin (2,57 persen) menjadi berakhir di 1.881,77, sedangkan indeks komposit teknologi Nasdaq anjlok 142,53 poin (3,04 persen) menjadi 4.543,97.

Kerugian menempatkan S&P 500 kembali dalam wilayah koreksi, didefinisikan sebagai kerugian 10 persen atau lebih besar dari yang paling tinggi baru-baru ini, pada Agustus.

Data pemerintah menunjukkan perusahaan-perusahaan industri penting Tiongkok mengalami penurunan keuntungan 8,8 persen pada Agustus dari setahun lalu terpukul oleh guncangan devalusai yuan bulan lalu, melemahnya permintaan dan jatuhnya harga saham.

Data lemah Tiongkok memukul harga komoditas utama seperti minyak dan tembaga, serta saham-saham perusahaan-perusahaan yang terkait minyak seperti ConocoPhillips turun 2,8 persen dan Schlumberger jatuh 4,8 persen serta produsen logam Freeport-McMoRan menukik 9,1 Persen.

Art Hogan, kepala strategi pasar di Wunderlich Securities, mengatakan investor sedang merenungkan lebih dari dua pertanyaan penting tanpa resolusi segera: kapan ekonomi Tiongkok akan keluar dari terbawahnya dan kapan Federal Reserve AS akan menaikkan suku bunga.

Menambah kekhawatiran lainnya, termasuk potensi undang-undang untuk mengendalikan harga farmasi dan skandal emisi Volkswagen.

"Anda memiliki jalur paling resistensi yang lebih rendah sampai Anda memiliki beberapa jawaban atas pertanyaan besar itu," kata Hogan.




To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Tutup Tahun 2018, Pertamina EP Catat Produksi 101%
Ekonomi
PT Pertamina EP, sebagai anak perusahaan PT Pertamina (Persero) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama di bawah pengawasan SKK Migas...
​Ungkap Pengoplosan LPG, Pertamina Apresiasi Polda Metro Jaya
Ekonomi
PT Pertamina Persero) mengapresiasi pihak kepolisian yang berhasil menangkap oknum pengoplosan gas elpiji 3 kilogram (kg) bersu...
​Kementerian PUPR Selesaikan Rusun Ponpes di Barru Sulsel
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melalui Direktorat Jenderal Penyediaan Perumahan terus membangun rumah s...
​KPUPR Targetkan 699 Unit Huntara Rampung Akhir Februari 2019
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus menyelesaikan pembangunan hunian sementara (huntara) bagi korban b...
​KUTIPAN: Sulit Berharap Pejabat Mau Laporkan Harta Sendiri
Ekonomi
Direktur Eksekutif Komunitas Untuk Transparansi Informasi Publik Nasional (KUTIPAN), Aswan Bayan mengatakan, bahwa sangat sulit...
KPUPR Selesaikan Saluran Irigasi 1 Juta Ha dI Leuwigoong, Garut
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan jaringan irigasi baru seluas 1 juta hektare dan ...
​Kinerja 2018 Memuaskan, PDSI Kembali Lampaui Target
Ekonomi
Meskipun harus mengawali tahun dengan permintaan menurunkan harga jasa sewa harian rig, PT Pertamina Drilling Services Indonesi...
Pemangkas Rambut Garut Mendapat Akses KPR Subsidi
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memperluas jangkauan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) yang bisa me...
Presiden Jokowi Minta Pembangunan Rusun Terus Dilanjutkan
Ekonomi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) terus membangun rumah susun (Rusun) yang diperuntukan bagi Masyarakat Be...