Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Wisata Danau Toba Lesu, BODT Hanya Bikin Susah

16 April 2018, 12.58.46

Wisata Danau Toba Lesu, BODT Hanya Bikin Susah

Camat Girsang Sipangan Bolon, James Andohar Siahaan

Jakarta, sentananews.com

Dulu, Danau Toba terkenal sangat indah. Airnya bersih, tidak ada bangunan-bangunan liar di pinggirnya. Karena tidak ada program kreatif dan menyentuh, tentang pengelolaan yang jelas, yang terpadu, dari BODT, daerah destinasi wisata ini asli mengalami lesu darah.

SEMUA orang tahu Danau Toba; destinasi wisata provinsi Sumatera Utara yang berjarak sekitar 174 kilomter dari kota Medan.

Tetapi, tidak semua orang tahu bahwa, untuk 'mengurusi' danau dengan panjang 100 kilometer, lebar 30 kilometer, serta kedalaman 505 meter ini, sebenarnya sudah ada satu badan bernama Badan Otorita Danau Toba (BODT).

Tanpa mengusung agenda program kerja yang jelas, tidak mungkin pula Danau Toba menjadi destinasi wisata yang bagus menarik jutaan wisatawan seperti diharapkan Presiden Joko Widodo, bahkan yang berkenan dengan klaim danau terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Kenapa?

Karena ternyata, hingga sekarang, seperti diakui James Andohar Siahaan, Camat Girsang Sipangan Bolon, "BODT tak beda dengan agen. Hanya buat susah," katanya kepada Sentana belum lama ini dengan sedikit gusar.

Karena sukses dalam berbagai usaha, dipercaya punya akar mendalam pada aksi program, bukan menjual wacana. Dan, masalah seperti dermaga, jalan, masih belum layak pada sekitar Danau Toba. Masyarakat Sumatera Utara berharap terutama kepada BODT, seharusnya punya program jelas dan memenuhi janji-janjinya.

BODT Menjual Wacana

Ketika menggaungkan kehadiran BODT secara besar-besaran, program strategi apa dari dari BODT ternyata memang tidak jelas. Cuma menjual wacana. Yang ada cuma janji, terutama untuk Kabupaten Simalungun.

"BODT cuma menjual wacana. Kalau hebat, saya mau uji apa programnya yang hebat. Janjinya mau survei, mana, gak ada," tagih Camat James.

Mendengar permasalahan di Danau Toba, baru-baru ini Sentana langsung terjun ke lokasi. Ternyata, memang seperti yang diakui James Andohar Siahaan, Camat Girsang Sipangan Bolon.

Sebagai daerah destinasi wisata, kondisinya memang jauh dari memadai. Salah satunya, masalah sengketa tanah akhir-akhir ini. Camat James mengaku, "Terakhir ini, banyak sekali sengketa tanah di wilayah saya," akui Camat, sambil menunjukkan contoh Gereja Metodis yang berdiri diatas satu tanah tapi dua sertifikat.

Bayangkan, dulunya, danau ini terkenal sangat indah. Airnya bersih, tidak ada bangunan-bangunan liar di pinggir danau. Tak salah, keindahan itu memancar hingga ke mancanegara. Bahkan sempat banyak wisatawan yang berkunjung ke Danau Toba.

Namun kini, daerah destinasi wisata ini ternyata lesu darah. Karena tidak ada program kreatif dan menyentuh, tentang pengelolaan yang jelas, yang terpadu, dari BODT, sulit kita jamin manfaatnya sebagai pusat jaringan ekonomi baru bagi kesejahteraan warga masyarakat khususnya di wilayah kabupaten yang mengelilingi danau ini.

Danau Toba dikelilingi 7 kabupaten yakni; Kabupaten Simalungun, Kabupaten Tobasa (Toba Samosir), Kabupaten Tapanuli Utara, Kabupaten Humbang Hasundutan, Kabupaten Dairi, Kabupaten Karo, dan Kabupaten Samosir.

Penulis: Luthfi Pattimura


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Nyalakan Obor Asian Games, 81 Tabung Elpiji 50 Kg Disiapkan
Ekonomi
Direktur Pemasaran Korporat Pertamina Basuki Trikora Putra, menyatakan sebagai BUMN, Pertamina sejak awal aktif mendukung kesuk...
PLN Gelontorkan CSR Rp 4,6 M di Sulawesi Utara
Ekonomi
PT PLN (Persero) melalui PLN Peduli yang merupakan kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan (corporate social responsibility/C...
Menteri Rini Minta Pertamina dan PLN Stop Impor
Ekonomi
Pemerintah telah meminta PT Pertamina (Persero) dan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) untuk mengevaluasi dan mengurangi im...
Nusantara Regas: Pasokan Gas untuk Listrik Jakarta Aman
Ekonomi
Jelang Asian Games, PT Nusantara Regas memastikan kehandalan sarfas dan pasokan gas dari Floating Storage Regasification Unit (...
Kasihan, BPJN V Sumsel Cuma Pelengkap Penderita
Ekonomi
"Publik kan maunya apa yang kita kerjakan itu diceritakan," demikian kata Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Ba...
​BBM Satu Harga Jangkau 66 Titik, Wujud Energi Berkeadilan
Ekonomi
Vice President Corporate Communication PT Pertamin (Persero) Adiatma Sardjito menyatakan, sampai dengan awal Agustus 2018, PT P...
​Peserta BPJS Kesehatan Tembus 200 Juta Jiwa
Ekonomi
Jumlah peserta BPJS Kesehatan hingga saat ini mencapai lebih dari 199 juta orang. Dari jumlah tersebut, sekitar 92,4 juta jiwa ...
​Begini Cara Pertamina Dukung UMKM di Solo
Ekonomi
Menjawab keluhan para pelaku usaha mikro kecil dan menengah tentang sulitnya menjangkau akses pinjaman modal perbankan. PT. Per...
Cegah Kecurangan di SPBU, Pertamina Pasang Nozzle Online
Ekonomi
PT Pertamina (Persero) menggandeng PT Telkom Indonesia (Persero) untuk memasang teknologi digital pada 5.518 di Stasiun Pengisi...