Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Drama Musikal Satu Langit Menyatukan Perbedaan Mecintai NKRI

28 Nov. 2016, 21.05.03

Drama Musikal Satu Langit Menyatukan Perbedaan Mecintai NKRI

Jakarta, sentananews.com

Lewat pagelaran seni, Drama Musikal Satu Langit membangkitkan kembali semangat pejuang kemerdekaan yang tanpa mengenal perbedaan Suku, Agama, Ras dan antargolongan (SARA) bersatu, mengorbankan darah dan air mata demi berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di bawah naungan Pancasila dan UUD'45 sebagai falsafah dan pandangan hidup bangsanya.

Pagelaran drama musikal tersebut, menurut salah satu dewan pembina satu langit, Saor Siagian sebagai refleksi tentang keadaan saat ini dimana rasa nasionalisme generasi penerus bangsa yang mulai pudar.

"Saat ini, ada sekelompok orang dan aktor politik yang ingin memecah belah bangsa dengan memakai isu SARA untuk mencapai ambisi kekuasaan. NKRI terancam, dan Pancasila mau diganti dengan idiologi lain. Ini harus kita lawan," kata Saor dalam kata sambutannya sebelum pertunjukan dimulai di Balai Sarbini, Semangi, Jakarta, Sabtu (26/11/2016) malam.

Senda dengan Saor, Music Director Satu Lagit, Martogi Sitohang mengatakan, bahwa dengan bahasa seni dan budaya yang universal diharapkan dapat menggugah hati untuk kembali mencintai NKRI sebagaimana yang diinginkan para pejuang dan pendiri bangsa.

"Pendekatan lewat pertunjukan seni sangat cocok untuk menyuarakan kembali semangat persatuan dan kesatuan NKRI karena bahasanya yang bersifat universal dapat diterima tanpa kekerasan," ungkapnya.

Bertajuk, "Ketika Perjuangan Berbalut luka dan Cinta", dalam drama musikal tersebut bukan saja dipertunjukan seni peran tetapi juga seni musik, lagu, tarian, puisi hingga pameran lukisan yang selaras dengan pesan yang akan disampaikan yakni kecintaan terhadap NKRI.

Turut berperan dalam drama musikal tersebut, artis Lisa Ariyanto, Micky "AFI", Henny Purwonegoro, Reysazilly Larasati, Diza Revengga, Salsa, Andra, Lady, Rama, Martogi Sitohang, Ronald Gustav, dan Sanggar Ananda Pimpinan Aditya Gumay (Lenong Bocah) hingga para pastor dari Keuskupan Katedral.

Penampilan para Romo dari Keuskupan Agung Jakarta yang ikut beracting dalam drama musikal tersebut sangat menarik perhatian penonton karena sangat menggelitik. Para pastur tersebut yakni; Romo Aloysius Susilo Wijoyo, Romo Rudy Hartono, Romo Suhardi Antara, Romo H Sridanto dan Romo Yustinus Ardianto.

Drama musikal yang ditulis dan disutradarai oleh Loly Hutapea ini bercerita tentang kisah cinta sepasang kekasih, dan orangtua yang mengorbankan perasaan dan cinta, berurai air mata demi memperjuangkan kemerdekaan Indonesia dari tangan penjajahan Jepang.

Diceritakan oleh seorang wanita tua yang disebut Opung Boru, Rauli (Lina Eren/Zilly Larasati), sosok wanita yang lembut dan sederhana. Dia sangat memelihara cintanya semakin hari semakin hidup walaupun dalam sebuah khayalan bahkan menciptakan peri halusinasinya.

Semakin dalam ia terjebak pada tambatan hati, akan tetapi anak cucu dan keluarganya berusaha menarik kembali opung boru untuk lepas dari halusinasinya dan menjalani hidup dengan keceriaan.

Kisah drama musikal ini mengambil setting budaya Batak yang terdiri dari lima sub etnis (puak) yaitu: Toba, Simalungun, Karo, Pak-Pak dan Tapanuli Selatan yang memiliki keunikan masing-masing baik adat istiadat, bahasa, seni budaya dan Agama akan tetapi tetap merupakan satu rumpun yaitu Batak.

Anggota DPR RI dari fraksi PDI-P, Sukur Nababan dalam kesempatannya mengatakan Indonesia hadir karena adanya budaya di seluruh nusantara. Sukur sangat menghargai kreativitas para anak muda yang berperan dalam pertunjukan drama musikal tersebut.

"Setiap suku bangsa di republik ini punya peran dalam perjuangan merebut kemerdekaan dari penjajah dengan mengorbankan jiwa dan raganya. Kita ingin negara ini dibangun dengan cinta kasih. Bukan dengan kebencian dan kecaman yang mencekam," kata Sukur.

Sementara itu, salah seorang panitia penyelenggara, Salmon Siagian mengatakan, meski berlatar belakang etnis Batak, kebanyakan penonton yang hadir di pertunjukan drama musikal yang digelar dua session tersebut non etnis Batak dan bahkan berbeda agama.

"Pertunjukan seni mampu menyatukan perbedaan. Bisa dinikmati dan diterima pesannya oleh siapa saja," tuturnya usai pertunjukan selesai.


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Shanaz Mau Nikah?, Ini Komentar Raffi Ahmad
Entertainment
Syahnaz Sadiqah adik dari presenter Raffi Ahmad dikabarkan tengah mempersiapkan pernikahannya dengan personil Govinda yakni Jej...
Penyanyi Rap Iwa K Ditangkap Polisi
Entertainment
Petugas Security Bandara Soekarno-Hatta mengamankan penyanyi rap Indonesia, Iwa K saat berada di Bandara. Iwa K sendiri diamank...
​Cici Faramida Siap Jadi Ketua Umum Pammi
Entertainment
CICI Faramida siap bersaing dengan koleganya Ikke Nurjana dan Mansyur S untuk menduduki kursi Ketua Umum Persatuan Artis Musisi...
 Jadi Mama Muda, Feby Marcelia Mengaku Tak Repot Urus Anak
Entertainment
AKTRIS pemeran sinetron 'Dunia Terbalik' sekaligus penyanyi muda Faby Marcelia mengaku diusianya yang ke 22 tahun sangat menikm...
​Sandra Dewi Akan Gelar Resepsi Mewah di Tokyo
Entertainment
Setelah melangsungkan pemberkatan di Gereja Katedral Jakarta pada Selasa (8/11), Pasangan Sandra Dewi dan Harvey Moeis akan mel...
​Tanggung Jawab Jadi Alasan Celine Memilih Stefan William
Entertainment
Celine Evangelista dan Stefan William baru saja menikah. Kendati hubungan asmaranya belum genap satu tahun, tetapi pasangan art...
Setelah Lulus, Maudy Ayunda "Come Back" 2017
Entertainment
Resmi menyandang gelar Bachelor of Arts (B.A) dari Oxford University pada September lalu, aktris dan penyanyi Maudy Ayunda meng...
​"Salawaku" Masuk Festival Film Tokyo
Entertainment
Sutradara "Salawaku" Pritagita Arianegara mengatakan ia tidak pernah membayangkan sebelumnya bahwa film arahannya bakal masuk k...
​Park Shin Hye Panen Pujian dari Netizen
Entertainment
Kecantikan Park Shin Hye memang sudah bukan rahasia lagi. Namun belakangan netizen seolah kembali terhipnotis oleh pesona manta...