Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Lewat Eagle Award, Tangkis Radikalisme dan Terorisme

5 Nov. 2018, 23.34.44

Lewat Eagle Award, Tangkis Radikalisme dan Terorisme

Jakarta, sentananews. com

Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol Suhardi Alius mengakui, lewat film dokumenter Eagle Award dengan tema 'Menjadi Indonesia', diharapkan pemuda-pemudi Indonesia bisa merawat kerberagaman negeri ini. Sehingga, bisa mencegah perbuatan radikalesme dan terorisme.

"Adanya kegiatan ini, kita mengajak generasi muda untuk merawat keberagaman. Keberagaman adalah suatu keniscayaan yang tidak dapat diubah menjadi keberagaman. Ini kita apresiasi, karena kami tanggung jawab moral mengurus radikalimes dan terorisme," ucap Suhardi.

Indahnya keberagaman, kata Kepala BNPT ini, justru menjadi ciri khas Indonesia yang telah ada secara turun temurun. Dengan demikian, Eagle Awards Competition 2018 mampu mengeksplorasi keberagaman Indonesia dan membangkitkan generasi muda.

"Bukankah suatu kejahatan yang terorganisir akan mampu mengalahkan kebaikan yang luas yang tidak terorganisir. Karena itu, kegiatan ini merupakan kebaikan yang perlu kita organisir secara baik dengan bersinergi antar komponen bangsa," jelas dia.

Tiga dari lima film dokumenter terpilih menjadi pemenang ajang Eagle Awards Documentary Competition (EADC) 2018. Juara pertama diberikan pada film 'Damai dalam Kardus'.

Film garapan Andi Ilmi Utami dan Sulaeman Nur menceritakan kehidupan salah satu warga Poso bernama Gunawan. Kerusuhan agama di Poso pada satu dekade lalu telah menghancurkan seluruh yang dimiliki Gunawan.

Bukan saja kotanya yang hancur, tapi juga menghancurkan keluarganya. Sementara juara dua diraih film 'Menabur Benih di Lumpur Asmat' besutan Yosep Levi dan Bernad Konten.

Film 'Menabur Benih di Lumpur Asmat' bercerita tentang perjuangan guru SD Yufri di Asmat untuk memenuhi kebutuhan gizi siswanya. Dia berusaha mengatasi masalah gizi dengan swasembada pangan secara mendiri di lahan yang didominasi dengan lumpur.

Sedangkan juara terkahir jatuh pada film 'Pusenai Last Dayak Basap'. Film karya Fajaria Menur Widowati ini berkisah tentang seorang nenek suku Dayak Basap yang tinggal di Desa Teluk Sumbang, salah satu desa terluar di Kalimantan Timur. Ia berusaha beradaptasi dengan modernisasi pascarelokasi dari hutan ke pemukiman.

Dampak dari perubahan lingkungan menyebabkan ia harus mencari rotan hingga puluhan kilometer. Bahkan, warga setempat terancam kehilangan mata pencahariannya lantaran hutan akan diubah menjadi perkebunan sawit.

"Film-film dokumenter peserta Eagle Awards ini tidak bicara sesuatu yang besar, misalnya tentang politik, tetapi bicara dengan narasi kecil. Namun kami melihat karya-karya mereka telah menunjukkan kecintaan terhadap Indonesia yang begitu besar,"ungkap Garin Nugroho salah seorang juri.

Eagle Award juga bekerjasama dengan Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) dengan membawa tema besar "Menjadi Indonesia". (Pang)

Penulis: Hengky


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Jebolan Dangdut Akademi dan Bintang Pantura Luncurkan Album Kompiladut
Entertainment
Jakarta, sentananews.comTrinity Optima Production meluncurkan album Kompiladut, penyanyi dangdut yang mengisi album Kompiladut ...
Tentukan Nominator Dahsyatnya Awards 2019 Libatkan 13 Stasiun Radio
Entertainment
Jakarta, sentananews.comSebagai bentuk komitmen dalam mengapresiasi musisi dan insan seni di tanah air, RCTI kembali menggelar ...
Host Dahsyat di Dahsyatnya Awards 2019 Kembali Bernostalgia
Entertainment
Jakarta, sentananews.comDalam Dahsyatnya Awards 2019, para host yakni, Ayu Dewi, Denny Cagur, Raffi Ahmad dan Luna Maya akan be...
Pikiran Rakyat Rilis TV Aplikasi,  Bidik Milenial
Entertainment
Bandung, sentananews.comSebagai pelopor media terdepan di Bandung Jawa Barat, media Pikiran Rakyat kini merilis tv berbasis ap...
Ganindra Bimo Demi Peran Moan,   Belajar  Budaya Batak
Entertainment
Jakarta, sentananews.comFilm berbasis kedaerahan kian berkibar di tanah air, diantaranya Film Pariban: Idola dari Tanah Jawa be...
Adikara Fardy Sang Rissing Star di Dunia Musik Jazz
Entertainment
Jakarta, sentananews.comIndustri musik Tanah Air kembali kedatangan musisi pendatang baru. Adalah Adikara Fardy, penyanyi berus...
Melalui Musik Bagus Glenn Fredly Sejaterahkan Musisi
Entertainment
Jakarta, sentananews.comBerbagai jenis tekhnologi digital saat ini sudah sangat maju dan mengalami perkembangan yang pesat, dan...
Seniman Didik Kurdianto Garap Video LA Indie Movie 2019
Entertainment
Jakarta, sentananews.comPehobi dan pengamat berkesenian Didik Kurdianto beberapa waktu lalu menggelar shooting video promo bert...
55 Judul Film Masuk Nominasi IMA Awards 2019
Entertainment
Jakarta, sentana news. comIndonesian Movie Actors Awards atau IMA Awards 2019 bakal digelar untuk memberi apresiasi kepada mere...