Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Israel Desak Warganya Segera Tinggalkan Turki

29 Maret 2016, 9.47.07

Israel Desak Warganya Segera Tinggalkan Turki

​Yerusalem, Sentananews.com/Reuters

Israel mendesak warganya, yang mengunjungi Turki, meninggalkan negara itu "sesegera mungkin" dalam peringatan perjalanan, yang diperbarui, pada Senin (28/3), yang memperkirakan serangan lanjutan bom bunuh diri 19 Maret di Istanbul, yang dituduh dilakukan kelompok IS.

Tiga wisatawan Israel dan seorang warga Iran tewas dalam serangan itu, yang mendorong biro pemberantasan terorisme di kantor Perdana Menteri Benjamin Netanyahu mengeluarkan peringatan umum "tingkat 3" untuk tidak bepergian ke Turki.

Pernyataan dari biro itu meningkatkan peringatan tersebut ke "tingkat 2" pada Senin, menandakan yang disebut "ancaman nyata besar" IS atau kelompok sama akan menyerang tempat wisata di Turki. Pernyataan itu tidak menjelaskan rinci terkait yang diminta diwaspadai.

Sumber penting diplomatik mengatakan peringatan itu hanya untuk wisatawan Israel, bukan bagi yang memiliki dua kebangsaan dan tinggal di Turki, dan bahwa pembaruan peringatan itu dikeluarkan seiring dengan keterangan terkini dari pejabat Turki.

Juru bicara Presiden Tayyip Erdogan, ketika ditanya pada jumpa pers tentang peringatan perjalanan Israel, mengatakan langkah itu mengikuti peringatan Turki terhadap warganya. Tapi, dia mendesak negara tidak menguntungkan pegaris keras, setelah serangkaian peringatan keamanan dari misi diplomatik asing di Turki.

"Orang harus menahan diri dari gerakan mengarah pada penangguhan kehidupan sehari-hari, dengan cara yang akan disambut teroris," kata juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin.

Pernyataan Israel mengatakan warga Israel harus menghindari perjalanan ke Turki dan, jika sudah berada di sana, "pulang sesegera mungkin".

Jika peringatan "tingkat 1" dikeluarkan oleh Israel, maka akan mendorong warga untuk "segera" meninggalkan negara itu.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...