Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

AS Ancam Jatuhkan Sanksi Kepada Iran

4 Jan. 2018, 23.26.10

AS Ancam Jatuhkan Sanksi Kepada Iran

Washington, sentananews.com

Amerika Serikat (AS) mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada individu dan organisasi Iran yang terlibat dalam tindakan keras terhadap demonstran. Namun sebelumnya, AS akan mengumpulkan informasi agar dapat memungkinkannya mengajukan sanksi tersebut.

Seorang pejabat senior AS, yang berbicara dengan syarat anonim, mengakui bahwa demonstrasi tersebut tidak terduga dan Washington secara aktif mengumpulkan informasi tentang tindakan keras Iran.

"Idenya adalah untuk mendapatkan informasi dan memberikan informasi itu ke dalam mesin sanksi," kata pejabat itu, mencatat bahwa pemerintahan Trump sudah memiliki wewenang kuat untuk menargetkan individu atau organisasi untuk pelanggaran hak asasi manusia, penyensoran atau untuk mencegah kebebasa berkumpul.

"Hak asasi manusia, penyensoran, kebebasan berkumpul - kita memiliki otoritas yang ada sehingga kita dapat melakukan tindakan. Itu membutuhkan informasi," ujar pejabat itu lagi seperti dikutip dari Reuters, Kamis (4/1/2018).

"Tapi ada banyak informasi di luar sana sehingga kami berniat untuk mulai merakitnya dan melihat apa yang bisa kami lakukan," imbuhnya.

Pejabat AS tersebut membuka kemungkinan bahwa demonstrasi pada awalnya terkait dengan perlawanan terhadap Rouhani yang lebih konservatif. Namun ia mengatakan bahwa hal itu cepat berubah menjadi pemberontakan spontan dan lebih luas yang membuat Teheran lengah.

Banyak pemrotes menggerutu atas apa yang mereka lihat sebagai kegagalan pemerintah Rouhani untuk memenuhi janji-janji akan lebih banyak pekerjaan dan investasi sebagai dividen kesepakatan nuklir.

Pejabat itu lantas mengatakan AS percaya bahwa orang Iran marah karena jumlah bantuan sanksi yang tidak proporsional diarahkan pada layanan keamanan negara.

Namun, tidak jelas bagaimana demonstrasi tersebut dapat mempengaruhi pemikiran Trump mengenai pakta nuklir 2015 yang mengurangi tekanan ekonomi terhadap Teheran dengan imbalan pembatasan program nuklirnya.

Trump harus memutuskan pada pertengahan Januari ini apakah akan melanjutkan pembebasan sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran berdasarkan ketentuan kesepakatan internasional.

Jika dia mengulangi sanksi terhadap minyak, itu bisa meningkatkan rasa sakit ekonomi bagi para pemimpin Iran. Namun para analis mengatakan bahwa hal itu juga dapat mengirim pesan yang salah mengenai dukungan AS untuk rakyat Iran di tengah tantangan paling berani bagi kepemimpinan Teheran dalam satu dekade.

Ditanya tentang sanksi tersebut, pejabat AS mengatakan tidak ada keputusan yang tercapai. "Kami masih punya waktu. Kami menyiapkan pilihan untuk presiden. Terlalu cepat untuk mengatakannya," kata pejabat tersebut.()


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...
​Lagi AS Bombardir Basis Al-Qaeda di Libya
International
Komando Amerika Serikat (AS) di Afrika atau AFRICOM menyatakan mereka kembali melakukan serangan terhadap basis al-Qaida di sem...
​Abaikan China, AS Resmikan "Kedutaan" di Taiwan
International
Amerika Serikat akan meresmikan kantor baru perwakilan senilai 250 juta dolar AS di ibu kota Taiwan, Selasa, kedutaan "de facto...
​Hadiri KTT AS-Korut, Trump Tiba di Singapura
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Singapura pada Minggu (10/6), menjelang KTT bersejarahnya dengan Pemimpin Ko...
​Liga Arab Minta Internasional Hentikan Pelanggaran Israel
International
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit menyerukan upaya internasional efektif untuk menghentikan peningkatan pelanggar...