Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Bom Bunuh Diri Tewaskan 9 Tentara di Yaman

17 Feb. 2016, 18.05.18

Bom Bunuh Diri Tewaskan 9 Tentara di Yaman

Aden, Sentananews.com/AFP

Seorang pengebom bunuh diri menyerang kamp militer di Yaman selatan, Rabu (17/2), menewaskan setidaknya sembilan tentara, kata sumber-sumber militer dan medis.

"Seorang pria meledakkan diri dengan rompi peledak di tengah-tengah tentara" di kamp di kota wilayah selatan Aden, kata sumber militer. Kota itu dipantau oleh koalisi yang dipimpin Arab Saudi yang bertempur melawan pemberontak yang didukung Iran.

Para tentara itu tengah mengikuti pelatihan yang digelar pasukan Sudan, bagian dari koalisi Arab, kata sumber militer lain.

"Sejauh ini, mayat kesembilan tentara dan beberapa yang terluka dibawa ke rumah sakit" di Aden, kata sumber medis.

Serangan itu terjadi di kamp militer Ras Abbas yang terletak di distrik Buraiqa, Aden barat, katanya.

Belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, yang terjadi hanya sehari setelah gubernur dan kepala polisi Aden yang berada dalam konvoi selamat dari serangan militan Al Qaeda.

Tiga penyerang tewas dan empat pengawal konvoi cidera dalam baku tembak, kata seorang asisten gubernur.

Aden mengalami peningkatan kehadiran kelompok militan, dengan Al Qaeda di jazirah Arab yang lama aktif di Yaman, dan kelompok IS bersaing memperebutkan pengaruh.

Kelompok militan mengaku bertanggung jawab atas beberapa serangan terhadap pasukan pemerintah dan koalisi sejak pemberontak Huthi dan sekutu mereka terdesak keluar dari kota pelabuhan itu maupun provinsi-provinsi lain di wilayah selatan.

Koalisi yang dipimpin Saudi mendukung pemerintahan Presiden Abedrabbo Mansour Hadi yang mendapat pengakuan internasional, dengan menggencarkan serangan udara, memberikan bantuan senjata dan pasukan sejak Maret tahun lalu.

Perserikatan Bangsa-Bangsa mengatakan lebih dari 6.100 orang tewas dan 29 ribu terluka dalam konflik Yaman sejak koalisi memulai serangan-serangannya, sekitar separuhnya adalah warga sipil.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...
​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi
International
Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ...
​Peretasan China Terhadap AS Makin Marak
International
Pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan pada Selasa bahwa gerakan dunia maya China di Amerika Serikat meningkat dalam bebe...
Serbu 2 Bank, Geng Perampok di Brasil Tewaskan 12 Warga
International
Polisi di wilayah timur laut Brasil berhasil menggagalkan aksi geng perampok bersenjata yang menyerang dua bank di kota Milagre...
​AS Kecam Rusia Tangkap 3 Kapal Militer Ukraina
International
Pemerintah Amerika Serikat membela Ukraina dalam konflik terbaru dengan Rusia di pantai Crimea, Laut Azov. Washington mengataka...