Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Bom ISIS di Pakistan Tewaskan 25 orang

14 Mei 2017, 7.40.12

​Bom ISIS di Pakistan Tewaskan 25 orang

Quetta-Pakistan, Sentananews.com

Sebuah bom meledak di dekat iring-iringan wakil ketua Senat Pakistan, Jumat, di Provinsi Baluchistan yang tengah dilanda kekerasan dan menewaskan sedikitnya 25 orang, kata beberapa pejabat setempat.

ISIS mengaku bertanggung jawab atas aksi bom tersebut. Sumber ISIS mengatakan, serangan dilakukan seorang pelaku yang mengenakan rompi peledak.

Sedikitnya 35 orang terluka dalam ledakan di dekat kota Mastung, 50 km dari ibu kota provinsi Quetta. Rekaman televisi menunjukkan gamabr sebuah kendaraan yang hancur akibat ledakan.

Senator Abdul Ghafoor Haideri, wakil ketua majelis tinggi parlemen, mengatakan kepada Reuters beberapa menit setelah kejadian itu bahwa dia yakin ledakan tersebut menargetkannya, dalam peristiwa itu ia menderita luka ringan. "Terdapat banyak korban karena ada banyak orang dalam iring iringan itu," katanya melalui telepon.

Haideri adalah seorang anggota Jamiat e Ulema Islam, sayap kanan partai politik Islam Sunni yang merupakan bagian dari Perdana Menteri Pemerintah koalisi Nawaz Sharif.

Pejabat kesehatan distrik Sher Ahmed Satakzai mengatakan bahwa jumlah korban tewas bertambah menjadi 25 dan 10 lainnya tengah berada dalam kondisi kritis di rumah sakit.

Keamanan di Pakistan telah ditingkatkan sejak adanya tindakan keras pemberontak yang dimulai pada 2014, namun gelombang serangan baru telah menyebabkan lebih dari 100 orang tewas pada Februari. Kondisi ini telah meningkatkan tekanan terhadap pemerintahan sharif.

Pejabat kepolisian Mastung Ghazanfar Ali Shah mengatakan bahwa iring-iringan tersebut tampaknya telah terkena bom bunuh diri, ia menambahkan bahwa seorang sopir Haideri termasuk di antara mereka yang tewas.

Senator yang tengah dirawat di rumah sakit, saat itu sedang dalam perjalanan kembali menuju Quetta setelah membagikan sertifikat kelulusan kepada siswa madrasah, atau sekolah agama.

Kelompok petempur Lashkar-e-Jangvi Al Alami, yang telah bersama-sama melakukan serangan dengan kelompok IS beberapa waktu yang lalu, termasuk dalam serangan bom di sebuah kuil di Baluchistan pada November lalu, mengutuk serangan bunuh diri Jumat itu, kata juru bicara Ali Bin Sufyan kepada Reuters.@

Editor: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Pergerakan Pengungsi Rohingya Dibatasi
International
Dhaka, sentananews.comBangladesh membatasi pergerakan pengungsi Rohingya, melarang mereka untuk meninggalkan area yang ditunjuk...
Hamas dan Fatah Sepakati Langkah Untuk Bersatu
International
Hamas pada Minggu menyatakan akan menyingkirkan badan yang dianggap sebagai pemerintahan alternatif di Jalur Gaza dalam satu la...
Bantuan Indonesia ke Rohingya Sudah Sampai Cox's Bazar
International
Sekretaris 2 Bidang Politik di KBRI Bangladesh Eka mengungkapkan, bantuan kemanusiaan untuk pengungsi Rohingya di perbatasan My...
​Trump: Tak Ada Lagi Dialog dengan Korut
International
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengatakan dialog bukanlah jawaban atas kebuntuan ketegangan dengan Korea Utara (K...
Kerusuhan di Virginia, Tiga Tewas
International
Paling sedikit tiga orang tewas, Sabtu waktu AS, dan 35 lainnya luka-luka setelah demonstrasi berujung rusuh terjadi di Charlot...
 62 Persen Warga AS Dukung Opsi Militer ke Korut
International
Washington, SentanaSebagian besar warga Amerika mendukung tentara AS untuk membela Korea Selatan (Korsel) jika terjadi serangan...
Dibombardir AS, 60 Warga Sipil Suriah Tewas
International
Paling tidak 60 warga sipil telah tewas sebagai akibat dari serangan udara koalisi pimpinan AS terhadap beberapa daerah di Prov...
​WNI di Eropa Aksi Simpatik untuk Ahok
International
Warga negara Indonesia (WNI) yang ada di Eropa seperti di Inggris, Belanda, menggelar aksi simpati untuk Basuki Tjahja Purnama ...
​Trump janji segera tunjuk direktur FBI yang baru
International
Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Sabtu, mengatakan akan segera menunjuk direktur FBI yang baru setelah ia menciptakan bad...