Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Cegah Pengungsi Masuk Eropa, Turki Ditawari Berbagai Bantuan

30 Nov. 2015, 12.55.05

​Cegah Pengungsi Masuk Eropa, Turki Ditawari Berbagai Bantuan

Brussels, SENTANAnews.com - Sejak September Brussels telah melakukan perundingan dengan Ankara terkait penguatan pengawasan perbatasan di negeri tersebut dalam upaya membendung arus pengungsi dan migran yang tak terduga saat Eropa menghadapi krisis migran parah sejak akhir Perang Dunia II. Uni Eropa (UE) pada Minggu larut malam (29/11) mencapai kesepakatan dengan Turki, menawarkan tiga miliar euro (3,18 miliar dolar AS) dalam bentuk bantuan dan menjanjikan akses lebih besar bagi keanggotaan Ankara di blok tersebut.

Presiden Dewan Eropa Donald Tusk mengeluarkan pengumuman itu dalam satu taklimat setelah pertemuan puncak Ahad, yang dihadiri oleh para pemimpin blok 28-negara tersebut dan Perdana Menteri Turki Ahmed Davutoglu yang sedang berkunjung.

Sebanyak 1,5 juta migran gelap telah tiba di Uni Eropa sepanjang tahun ini, kata Tusk, sebagaimana diberitakan Xinhua yang dipantau sentananews di Jakarta, Senin (30/11). Ia berikrar upaya gabungan dari Turki, tempat sebanyak 2,2 juta pengungsi kini tinggal, untuk membendung arus pengungsi.

Negara tetangga Turki, Yunani, sejak itu telah menjadi gerbang buat 700.000 pencari suaka lagi, yang terutama juga berasal dari Suriah yang dilanda perang, kata Organisasi Internasional bagi Migrasi.

Berdasarkan rencana aksi yang disepakati kedua pihak, UE akan menawarkan tiga miliar euro kepada Ankara guna membantu meningkatkan kondisi hidup jutaan pencari suaka di Turki. "Uang tiga miliar euro diberikan kepada pengungsi Suriah, bukan kepada Turki," kata Davutoglu.

Editor: Agus Panjaitan

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Serang Idiib, ​Rezim Assad Bombardir Pemukiman dan Pasar
International
Kota-kota di Idlib mulai luluh lantak. Serangan pasukan Syria dan sekutunya, Rusia, setiap hari memakan korban belasan hingga p...
​Macron: Dunia Akan Berada di Ambang Perang
International
Dunia akan memasuki krisis besar dan berada di ambang perang, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidato pada Selasa (1...
​Meski Demo Besar, RUU Ekstradisi China Tetap Berlaku
International
Meski telah memicu demo besar-besaran hingga sekitar sejuta orang di Hongkong sejak hari Minggu lalu, rancangan udang-undang (R...
Aksi Protes di Hong Kong Meluas ke Sydney
International
Aksi rakyat Hong Kong terhadap langkah mengizinkan ekstradisi ke China Daratan meluas ke Sydney pada Minggu, dengan para migran...
 ​Penyataan Dubes AS Soal Tepi Barat Dikecam
International
Sejumlah tokoh oposisi Israel melemparkan kecaman atas pernyataan yang dilontarkan oleh Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk I...
​Australia Sita Properti Milik Warga China
International
Kepolisian Australia mengungkapkan, tiga properti milik seorang warga China disita pemerintah setempat setelah investigasi bers...
​China Tuding AS Lakukan 'Terorisme Ekonomi'
International
China menuding Amerika Serikat melakukan "terorisme ekonomi" secara terang-terangan menyusul hubungan perang dagang yang kian s...
​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...