Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

China Akan Perpanjang Jalan Sutra Lintasi Kutub Utara

27 Jan. 2018, 12.14.07

China Akan Perpanjang Jalan Sutra Lintasi Kutub Utara

​Beijing, sentananews.com

China berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun gagasan mengembangkan jalur pengiriman melintasi Kutub Utara (Arktik). Hal ini sebagai upaya memperpanjang Sabuk dan Jalan Sutra yang diprakarsai Presiden Xi Jinping.

Saat meluncurkan buku putih kebijakan Kutub Utara secara resmi untuk kali pertamanya, China menorehkan akan mendorong perusahaan membangun prasarana dan melakukan pelayaran niaga, membuka jalan bagi pengiriman ke benua es itu.

Meski bukan termasuk negara di kawasan Kutub Utara, China semakin giat di wilayah es itu dan menjadi anggota pengamat Dewan Kutub Utara pada 2013.

Salah satu kepentingan China di Kutub, karena di kawasan itu ada proyek gas alam cair yang selama ini dikelola Yamal Rusia, yang diperkirakan memasok China senilai empat juta ton gas alam cair per tahun, demikian laporan surat kabar Harian China.

Pengiriman melalui jalur pelayaran Utara itu dilaporkan akan memangkas hampir 20 hari dari waktu reguler yang menggunakan rute tradisional melalui Terusan Suez. COSCO Shipping sebelumnya juga telah berlayar melalui jalur Timur Laut Kutub Utara.

Ketenaran China, yang semakin meningkat, di kawasan itu memicu kekhawatiran negara di kawasan Kutub Utara mengenai tujuan strategis jangka panjangnya, termasuk kemungkinan penempatan militer.

"Beberapa orang mungkin memiliki keraguan atas partisipasi kami dalam pengembangan Kutub Utara, khawatir kita mungkin memiliki niat lain, atau bahwa kita akan menjarah sumber daya atau merusak lingkungan," kata Wakil Menteri Luar Negeri Kong Xuanyou.

"Saya yakin kekhawatiran semacam ini sama sekali tidak perlu," timpal dia.

Buku putih tersebut juga menuliskan China melihat perkembangan minyak, gas, sumber daya mineral dan energi non-fosil lainnya, perikanan dan pariwisata di wilayah tersebut. Dalam buku tersebut China mengaku akan melakukannya bersama-sama dengan negara-negara Arktik, sambil menghormati tradisi dan budaya penduduk lokal termasuk masyarakat adat dan melestarikan lingkungan alam.

Prakarsa Sabuk dan Jalan China bertujuan menghubungkan China dengan Eropa, Timur Tengah dan sekitarnya melalui pembangunan prasarana besar di lusinan negara, yang mencerminkan keinginan Xi supaya China mengambil peran kepemimpinan lebih menonjol di dunia.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...