Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia

13 Agu 2018, 16.57.50

China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia

Beijing, Sentananews.com

Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keamanan di wilayah barat laut negara tersebut. Klaim itu sebagai respons atas laporan PBB bahwa 1 juta warga Uighur ditahan di kamp interniran yang diselimuti rahasia.

Laporan panel HAM PBB itu dilansir hari Jumat lalu. China selama ini menyatakan bahwa Xinjiang menghadapi ancaman serius dari militan Islam dan separatis yang merencanakan serangan dan membangkitkan ketegangan antara minoritas Uighur yang mayoritas Muslim dan mayoritas etnis Han.

Dalam editorial versi bahasa China dan Inggris, tabloid yang dikelola negara China; Global Times, mengatakan kritik terhadap catatan hak asasi manusia (HAM) di Xinjiang bertujuan untuk mengacaukan masalah di sana dan menghancurkan stabilitas yang diperoleh dengan susah payah.

Menurut media itu, kehadiran pasukan keamanan China di sana telah mencegah Xinjiang menjadi Suriah atau pun Libya.

"Tidak ada keraguan bahwa perdamaian dan stabilitas di Xinjiang saat ini sebagian disebabkan oleh tingginya intensitas peraturan. Polisi dan pos keamanan dapat dilihat di mana-mana di Xinjiang," tulis tabloid tersebut, Senin (13/8).

"Tapi ini adalah fase yang Xinjiang harus lalui dalam membangun kembali perdamaian dan kemakmuran dan akan bertransisi menuju pemerintahan yang normal," lanjut editorial media tersebut.

Menurut Global Times, menjaga perdamaian dan stabilitas adalah kepentingan dasar orang-orang di Xinjiang dan seluruh China.

"Perubahan situasi keamanan Xinjiang telah mencegah tragedi besar dan menyelamatkan banyak nyawa, berkat hukum China yang kuat dan kekuatan penguasa yang kuat dari Partai Komunis China," imbuh editorial tersebut.

"Apa yang telah dibenci Barat telah menghancurkan banyak negara dan wilayah. Ketika pengaruh jahat yang sama menyebar di Xinjiang, itu dikekang secara meyakinkan."

Masih menurut media pemerintah tersebut, tidak ada ruang di Xinjiang untuk opini publik Barat yang merusak. Semua langkah harus diambil untuk memastikan stabilitasnya.

"Perdamaian dan stabilitas harus datang di atas segalanya. Dengan ini sebagai tujuan, semua langkah dapat dicoba. Kita harus berpegang pada keyakinan kita bahwa menjauhkan gejolak dari Xinjiang adalah hak asasi manusia terbesar," tulis Global Times.

Kementerian Luar Negeri Cina belum menanggapi permintaan untuk komentar pada laporan PBB perihal penahanan satu juta warga Uighur di kamp interniran.

Editor: Mikhael B


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...