Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Desa-desa Rohingya yang Terbakar Diambil Alih

28 Sep. 2017, 17.14.53

Desa-desa Rohingya yang Terbakar Diambil Alih

Yangon, sentananews.com

Menteri Pembangunan Sosial, Bantuan dan Pemukiman Kembali, Win Myat Aye mengungkapkan, pemerintahnya akan mengatur pembangunan kembali desa-desa yang hancur selama kekerasan di negara bagian Rakhine.

Seperti diketahui, hampir setengah juta warga Muslim Rohingya terpaksa mengungsi karena kekerasan yang dituding pemerintah dipicu oleh para pemberontak Rohingya.

Menurut menteri tersebut, rencana pembangunan kembali daerah-daerah yang hancur karena terbakar itu tampaknya akan meningkatkan kekhawatiran soal masa depan 480.000 pengungsi dan menambah ketakutan atas praktik pembersihan etnis.

"Menurut undang-undang, tanah yang terbakar akan menjadi tanah yang dikelola oleh pemerintah," katanya dalam suatu pertemuan di ibu kota negara bagian Rakhine, Sittle, sebagaimana laporan surat kabar Global New Light of Myanmar.

Win Myat Aye juga mengepalai komite yang bertugas menerapkan berbagai rekomendasi untuk mengatasi ketegangan Rakhine yang telah sekian lama mendidih.

Dengan mengutip undang-undang pengelolaan bencana, Menteri Aye juga mengatakan dalam pertemuan dengan pihak berwenang pada Selasa itu bahwa pembangunan kembali akan menjadi langkah yang "sangat efektif".

Menurut UU, pemerintah mengawasi rekonstruski daerah-daerah yang rusak dalam bencana, termasuk karena konflik.

Tidak ada keterangan rinci soal rencana ataupun akses apa yang bisa didapatkan oleh warga Rohingya ketika mereka kembali ke desa-desa tempat mereka berasal. Menteri Aye belum dapat dihubungi untuk dimintai komentar.

Sebelumnya para pengungsi yang tiba di Bangladesh menuding tentara Myanmar dan sejumlah warga Buddha, yang main hakim sendiri, meningkatkan kampanye untuk melancarkan kekerasan serta pembakaran dengan tujuan untuk mengusir warga Rohingya dari Myanmar.

Pemimpin Myanmar Aung San Suu Kyi terus menghadapi serangkaian kritik pedas, juga desakan agar hadiah Nobel Perdamaian yang diterimanya ditarik.

Suu Kyi pekan lalu mengeluarkan kecaman terhadap pelanggaran hak dan ia bertekad bahwa para pelanggar akan diadili, demikian dikutip dari Reuters.

Sementara berbagai kelompok pembela hak asasi manusia yang menggunakan gambar-gambar satelit mengatakan bahwa sekitar setengah dari 400-an desa di utara negara bagian Rakhine hangus terbakar dalam kekerasan.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Rusak Masjid, Pria Ini Dihukum 15 Tahun penjara
International
Michael Wolfe, pria yang melakukan perusakan terhadap masjid di Florida pada Januari 2016 dan meletakkan potongan daging babi m...
​AS Identifikasi Pelaku Aksi Brutal Terhadap Rohingya
International
Amerika Serikat (AS) telah mengindetifikasi satu orang yang mungkin akan dijatuhkan sanksi atas tindakan brutal terhadap minori...
​Empat Orang Palestina Tewas, Ratusan Luka-luka
International
Empat orang Palestina tewas, Jumat (15/12), dan lebih dari 200 lagi cedera, selama bentrokan sepanjang hari antara ratusan pemu...
​Krisis Penyebab Jutaan Anak di Sudan Selatan Menderita
International
Lembaga anak-anak PBB UNICEF menyebutkan, anak-anak di Sudan Selatan memikul beban berat akibat krisis, yang memasuki tahun kee...
Irak Eksekusi 38 Anggota ISIS
International
Irak mengeksekusi mati 38 ekstremis anggota kelompok ISIS atau Al-Qaeda karena kejahatan terorisme di penjara kota selatan Nasi...
Hadapi Penolakan, Wapres AS Tetap Akan ke Timteng
International
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence akan mengunjungi Mesir dan Israel pekan depan meski ada kontroversi dan pembatal...
Pendirian Uni Eropa Soal Yerusalem Tak Berubah
International
Para pemimpin Uni Eropa pada Kamis waktu setempat menolak pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Yerusalem se...
​Korut Sepakat Untuk Cegah Perang
International
Pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut para pejabat Korea Utara (Korut) mengakui tak ingin perang kembali pec...
​Mantan Presiden Georgia Dibebaskan dari Penahanan
International
Tokoh oposisi Ukraina, Mikheil Saakashvili (49), yang merupakan mantan presiden Georgia itu dibebaskan dari penahanan pada Seni...