Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah

18 Juni 2018, 23.46.02

​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah

Doha, Sentananews.com

Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer Suriah yang berada di wilayah timur negara itu.

"Jet tempur koalisi pimpinan AS telah membom salah satu posisi militer kami di Suriah timur, menewaskan sejumlah orang dan melukai beberapa orang lainnya," bunyi laporan media pemerintah Suriah.

Dalam laporannya, seperti dilansir Reuters pada Senin (18/6), media pemerintah Suriah menuturkan serangan itu terjadi di daerah al-Harra, yang berada di tenggara Albu Kamal. Namun, mereka tidak memberikan rincian mengenai jumlah korban dalam serangan ini.

Pernyataan serupa juga disampaikan oleh kelompok milisi yang mendukung Presiden Suriah Bashar al-Assad. Kelompok milisi itu menyatakan koalisi pimpinan AS melakukan serangan itu dengan menggunakan sebuah drone.

"Drone-drone, yang mungkin milik Amerika, mengebom posisi milisi asal Irak di wilayah yang berada di antara Albu Kamal dan Tanf, serta posisi militer Suriah," kata milisi tersebut.

Sementara itu, koalisi pimpinan AS membantah telah melakukan serangan tersebut. Pusat komando koalisi menyatakan tidak ada satupun pesawat koalisi yang melakukan manuver di sekitar Albu Kamal dan Taif sejak kemarin.

Sementara Koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) membantah tudingan yang disampaikan oleh media pemerintah Suriah. Media pemerintah Suriah menyebut koalisi AS telah melakukan serangan terhadap basis pemerintah Suriah di bagian timur negara itu.

Pusat komando koalisi menyatakan, tidak ada jet tempur koalisi pimpinan yang melakukan operasi militer di wilayah Deir ez-Zor, khususnya di wilayah Albu Kamal sejak kemarin.

"Tidak ada anggota koalisi pimpinan AS yang melakukan serangan di dekat Albu Kamal," kata juru bicara pusat komando koalisi pimpinan AS, Mayor Josh Jacques dalam sebuah pernyataan.

Bantahan serupa juga disampaikan oleh Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon. "Itu bukan serangan koalisi AS," kata juru bicara Pentagon, Adrian Rankine-Galloway, seperti dilansir Reuters pada Senin (18/6).

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Trump dan Putin Bahas Perjanjian Senjata Nuklir di Paris
International
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Prtesiden Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah masalah, termasuk Traktat Pasu...
​China Pamer Rudal Jet Tempur Siluman J-20
International
Untuk pertama kalinya, China menunjukkan rudal yang dipasang pada jet tempur siluman J-20 di depan publik pada hari Minggu lalu...
​Dikeluhkan Warga, 300 Polisi Rusia Dipecat
International
Menteri Dalam Negeri Rusia, Vladimir Kolokoltsev mengungkapkan, bahwa pihak kepolisian Rusia harus memecat sekitar 300 petugas ...
Penembakan Bar di California 12 Tewas Termasuk Polisi
International
Seorang pria bersenjata membunuh 12 orang, termasuk wakil sheriff, setelah melepaskan tembakan di sebuah bar di Southern Califo...
  India Beli S-400 Rusia, Pakistan Uji Rudal Nuklir
International
Pakistan berhasil menguji coba peluru kendali (rudal) Ghauri yang dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir dengan jangk...
​Saudi, UEA dan Mossad Sekongkol Ingin Ganti Rezim Iran
International
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Duta Besar UEA untuk Washington Yousef al-Otaiba dan Direktur Mossad Yossi Cohen...
 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...
Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...