Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Dua Pejabat Korut Disanksi AS

27 Des. 2017, 13.58.39

​Dua Pejabat Korut Disanksi AS

Washington, sentananews.com

Amerika Serikat (AS) menjatuhkan sanksi kepada dua pejabat Korea Utara terkait program rudal balistik negara mereka dalam upaya terkini Washington untuk menghukum Pyongyang karena upaya pengembangan persenjataannya.

Ketegangan meningkat setelah rezim Korea Utara melakukan serangkaian uji coba rudal balistik antarbenua dan atom mereka, yang terbaru pada 28 November, sementara Presiden AS Donald Trump dan pemimpin Korea Utara Kim Jong-un bertukar hinaan.

"Kementerian Keuangan menyasar para pemimpin program rudal balistik Korea Utara, sebagai bagian dari kampanye penekanan maksimum untuk mengasingkan DPRK dan mencapai target denuklirisasi penuh Semenanjung Korea," kata Menteri Keuangan Steven Mnuchin dalam sebuah pernyataan, Selasa (26/12), menggunakan inisial resmi Korea Utara.

Kedua pejabat itu juga masuk dalam resolusi sanksi baru Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Korea Utara pada Jumat pekan lalu menurut pernyataan tersebut.

"Kim Jong-Sik dilaporkan merupakan tokoh kunci dalam pengembangan rudal balistik Korea Utara, termasuk upaya untuk beralih dari bahan cair ke bahan bakar padat, dan Ri Pyong-Chol dilaporkan menjadi pejabat kunci yang terlibat dalam pengembangan rudal balistik antarbenua Korea Utara" menurut pernyataan Departemen Keuangan AS.

"Sebagai akibat dari tindakan hari ini, setiap properti atau kepentingan pada properti dari mereka yang ditandai OFAC dalam yurisdiksi AS diblokir, dan transaksi orang AS yang melibatkan orang yang ditandai secara umum dilarang," kata Departemen Keuangan merujuk pada Kantor Kendali Aset Luar Negeri (Office of Foreign Assets Control/OFAC).

Pada Jumat, Dewan Keamanan PBB secara bulat meloloskan resolusi sanksi baru yang diusulkan AS, yang akan membatasi pasokan minyak vital bagi program rudal dan nuklir Korea Utara.

Saksi yang sudah dijatuhkan kepada Korea Utara juga meliputi perintah repatriasi pekerja Korea Utara yang bekerja di luar negeri, demikian menurut siaran kantor berita AFP.(Antaranews.com)


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...
​Lagi AS Bombardir Basis Al-Qaeda di Libya
International
Komando Amerika Serikat (AS) di Afrika atau AFRICOM menyatakan mereka kembali melakukan serangan terhadap basis al-Qaida di sem...
​Abaikan China, AS Resmikan "Kedutaan" di Taiwan
International
Amerika Serikat akan meresmikan kantor baru perwakilan senilai 250 juta dolar AS di ibu kota Taiwan, Selasa, kedutaan "de facto...
​Hadiri KTT AS-Korut, Trump Tiba di Singapura
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Singapura pada Minggu (10/6), menjelang KTT bersejarahnya dengan Pemimpin Ko...
​Liga Arab Minta Internasional Hentikan Pelanggaran Israel
International
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit menyerukan upaya internasional efektif untuk menghentikan peningkatan pelanggar...