Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Garda Revolusi Klaim Menang Atas Demonstrasi Anti Pemerintah

4 Jan. 2018, 23.21.03

Garda Revolusi Klaim Menang Atas Demonstrasi Anti Pemerintah

Teheran, sentananews.com

Aksi demonstrasi anti pemerintah yang berjalan selama seminggu terakhir di Iran telah menewaskan 21 orang dan lebih dari 450 orang ditangkap.

Namun Kepala Garda Revolusi Iran Mayor Jenderal Mohammad Ali Jafari telah mengumumkan kekalahan "kekuatan penghasut" di negara tersebut, mengacu kepada gelombang demonstrasi anti pemerintah.

Ia mengumumkan bahwa puluhan ribu orang menghadiri demonstrasi pro-pemerintah yang diserukan untuk melawan aksi anti pemerintah. "Hari ini, kita dapat mengatakan bahwa inilah akhir dari penghasutan," kata Jafari seperti dikutip dari BBC, Kamis (4/1/2018).

Jafari mengatakan, bahwa kesiagaan keamanan dan kewaspadaan masyarakat telah menyebabkan kekalahan musuh. Sedangkan Garda Revolusi hanya melakukan intervensi dengan cara terbatas di tiga provinsi.

"Ada maksimal 1.500 orang di setiap tempat dan jumlah pengacau tidak melebihi 15.000 orang di seluruh negeri," ujarnya.

Jenderal tersebut menyalahkan agen anti-revolusioner, pro-monarkis dan pasukan yang menurutnya telah diumumkan oleh mantan menteri luar negeri Amerika Serikar (AS) Hillary Clinton untuk menciptakan kerusuhan, anarki, ketidakamanan dan intrik di Iran.

"Musuh telah mencoba untuk mengajukan ancaman budaya, ekonomi dan keamanan terhadap Islam Iran," katanya.

Komentarnya seolah mengamini pernyataan Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang juga menyalahkan "musuh" yang tidak dapat didefinisikan. Analis percaya hal itu merujuk ke AS, Israel dan Arab Saudi.

Namun jenderal tersebut juga menyalahkan "mantan pejabat" untuk demonstrasi tersebut, dalam sebuah komentar yang diyakini oleh analis merujuk pada mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad, yang telah mengkritik pejabat pemerintah, khususnya Kepala Kehakiman Sadegh Amoli Larijani, dalam beberapa pekan terakhir.

Televisi negara Iran menyiarkan beberapa demonstrasi pro-pemerintah. Mereka yang mengadakan aksi di kota Kermanshah, Ilam dan Gorgan.

Beberapa demonstran membawa bendera dan gambar Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Di kota Qom, para demonstran meneriakkan "kematian tentara bayaran Amerika". Nyanyian di tempat lain termasuk "darah di pembuluh darah kita adalah hadiah untuk pemimpin kita" dan "perusuh sedetik harus dieksekusi".

Aksi demonstrasi anti pemerintah di Iran dimulai pada Kamis lalu di kota Masyhad. Protes pada awalnya melawan kenaikan harga dan korupsi, namun beralih ke sentimen anti-pemerintah yang lebih luas.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Serangan AS ke Suriah Tambah Ketegangan di Timteng
International
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Dr Yon Machmudi mengatakan, serangan pasukan Amerika Serikat dan sekutun...
Amerika Serikat Mulai Serang Suriah
International
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan militer ke Suriah sebelum fajar menyingsing pada Sabtu, dan suara ledakan keras berg...
​Jadi Mata-mata Rusia, Estonia Penjarakan Dua Warga
International
Badan keamanan dalam negeri Estonia KaPo, Kamis, mengumumkan dalam laporan tahunannya bahwa negara Baltik tersebut memenjarakan...
​Mensos Nilai Kearifan Lokal Jaga Kerukunan Antar Warga
International
Menteri Sosial Idrus Marham mengungkapkan bahwa fungsi Kearifan Lokal yang dimiliki masyarakat Asmat Papua dapat menjaga keruku...
Jet F-16 Israel Jatuh Ditembak Pasukan Suriah
International
Sebuah jet tempur F-16 milik Israel jatuh di bagian utara negara tersebut, Sabtu (10/2). Insiden ini terjadi karena "tembakan a...
Myanmar Bantah Laporan Soal Kuburan Massal
International
Laporan tentang keberadaan lima kuburan massal Rohingya di sebuah desa di Rakhine, wilayah perbatasan yang luluh lantak akibat ...
Trump: Departemen Kehakiman dan FBI Memihak Demokrat
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh para pemimpin Departemen Kehakimannya dan FBI bias secara politik dengan mem...
China Akan Perpanjang Jalan Sutra Lintasi Kutub Utara
International
China berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun gagasan mengembangkan jalur pengiriman melintasi Kutub Uta...
​Diancam Korut, AS Kerahkan 3 Bomber B-2 ke Guam
International
Guna mendukung misi "Bomber Assurance and Deterrence" Komando Pasifik AS, Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan tiga pesawat...