Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Gaun dari Sampah Laku Puluhan Juta Rupiah

27 Feb. 2015, 12.44.00

Gaun dari Sampah Laku Puluhan Juta Rupiah

New York, sentananews.com

Seorang desainer bernama Kristen Alyce membuat langkah yang cukup tak biasa. Jika sebelumnya berbagai jenis sampah seperti bungkus minuman, leaflet, atau tiket konser kerap diubah menjadi tas atau karpet, desainer cerdik ini justru mengubahnya menjadi pakaian modis bagi para wanita.

Ketertarikkannya dalam mendaur ulang sampai terlintas sejak ia masih duduk di bangku perkuliahan seperti yang dikutip dari laman OddityCentral.

Tiap harinya manusia menciptakan begitu banyak sampah maka dari itu dia mulai menyimpan tas plastik, majalah, kotak, dan kemasan lainnya.

"Saya menciptakan gaun pertama dari kantong plastik dan majalah sebagai cara untuk menguji kreativitas saya," ucap Kristen.

Namun, saat ini ia bekerja di industri fesyen yang berbasis di Florida dan New York, Kristen menyadari bahwa idenya memiliki potensial komersial yang mumpuni.

Memang benar bahwa banyak yang menyukai gaya, warna, gaya vintage, dan desain yang mengagumkan tersebut.

Terbukti, potongan gaun glamor ini dijual dengan harga berkisar USD $ 500-1.500 atau sekitar Rp 6,5-19,4 Juta. Sementara, jika ingin memesan desain sendiri maka Anda harus merogoh kocek sebesar USD $ 2.000 atau sekitar Rp 25,8 Juta.

Bagaimana? Anda pasti tergiur bukan untuk berkreasi lebih demi mempublikasikan wujud kreativitas Anda?

Sumber: Trend Fashion Terbaru


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...