Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia

30 Des. 2018, 22.00.16

​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia

Sysdey, Sentananews.com

Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang panas juga membuat banyak orang ke pantai untuk menyegarkan diri.

Lima dari tujuh kematian itu terjadi di negara bagian tenggara Victoria antara Malam Natal dan Sabtu. Seorang warga Korea Selatan (Korsel) tenggelam pada Hari Natal ketika snorkeling di sebuah danau di negara bagian New South Wales bagian timur, sementara seorang lelaki lainnya tewas saat berselancar di Pantai Sunshine di negara bagian timur Queensland.

Temperatur telah melonjak lebih dari 40 derajat Celcius dari Australia Barat turun melalui gurun tengah yang berpenduduk jarang ke negara bagian pesisir timur yang padat selama tujuh hari terakhir. Biro cuaca memperkirakan panas akan berlanjut setelah jeda Malam Tahun Baru yang singkat.

"Selama beberapa hari mendatang, panas akan berkontraksi di daratan tetapi akan menguat lagi mulai pertengahan minggu pada hari Rabu," kata Jonathan How, seorang ahli cuaca di Biro Meteorologi seperti disitir dari Channel News Asia, Minggu (30/12).

Peringatan "gelombang panas ekstrem" yang dikeluarkan biro itu termasuk kota terpadat di Australia, Sydney, tetapi kota-kota di tepi laut termasuk Hobart, Adelaide dan Melbourne didinginkan oleh angin laut.

Bagi empat perlima dari 25 juta penduduk Australia yang tinggal di pantai, panas musim panas biasanya membuat mereka bermalas-malasan di pantai.

Tetapi bagi mereka yang tinggal di wilayah yang kering ada sedikit jeda.

Di Kulgera Road House, dekat pusat Australia di mana kota terdekat hanya berpenduduk 15 orang, suhunya begitu tinggi sehingga pompa bensin berhenti beroperasi.

"Panas sekali bahan bakarnya tidak mengalir," kata Shelley Safran, manajer sebuah pom bensin, melalui telepon.

Gelombang panas baru-baru ini memecahkan rekor pada hari Kamis di Marble Bar di wilayah Pilbara yang kaya mineral Australia Barat, di mana panas mencapai 49,3 Celcius, rekor tertinggi sejak stasiun cuaca dibuka pada tahun 1999.

Desember adalah awal musim panas bagi Belahan Bumi Selatan dan musim membawa siklon hujan ke ujung utara negara itu.

Sebuah dataran awan tropis rendah telah terbentuk di lepas pantai Queensland utara jauh yang menurut biro cuaca memiliki peluang sedang untuk berkembang menjadi topan selama beberapa hari ke depan.

Biro cuaca juga mengeluarkan peringatan badai pada hari Minggu karena angin yang menghancurkan dan hujan yang memicu banjir di Semenanjung Cape York di ujung utara Australia, termasuk kota penambangan bauksit Weipa.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...
​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi
International
Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ...