Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas

18 Juni 2018, 23.34.10

​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas

Kabul, Sentananews.com

Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 orang tewas dan melukai 41 lainnya di mana sebagian besar korban diyakini adalah anggota Taliban.

Menurut Kepala Polisi Provinsi Nangarhar Ghulam Sanayee Stanikzai, ledakan dahsyat itu terjadi karena insiden tersebut tidak terpikirkan sebelumnya. Pasalnya para pejuang Taliban yang tidak bersenjata merayakan Idul Fitri bersama pasukan keamanan Afghanistan. Mereka berkumpul di kota-kota di seluruh negara yang dilanda perang itu pada Jumat dan Sabtu seperti dikutip dari AP, Minggu (17/6).

Dalam beberapa jam setelah ledakan, Presiden Ashraf Ghani mengumumkan ia akan memperpanjang gencatan senjata sembilan hari yang akan berakhir pada hari Minggu dan telah diumumkan secara sepihak minggu lalu. Gencatan senjata akan berakhir pada akhir liburan Idul Fitri.

Ghani tidak memberikan rincian tentang perpanjangan, gencatan senjata termasuk berapa lama akan berlaku. Dalam pernyataannya, ia meminta Taliban untuk menyikapinya. Ia juag mengatakan bahwa gencatan senjata bisa disertai dengan kunjungan ke penjara dan merawat para pejuang mereka di rumah sakit Afghanistan.

Ghani juga mengulangi janjinya bahwa semuanya bisa berada di meja perundingan, termasuk kehadiran pasukan asing.

Tidak ada balasan langsung dari Taliban terhadap tawaran perpanjangan terbaru Ghani. Sebelumnya Pemimpin Taliban, Haibatullah Akhunzada, pada hari Senin secara terpisah mengumumkan gencatan senjata selama tiga hari untuk menandai hari libur Idul Fitri. Gencatan senjata Taliban mulai berlaku pada tengah malam pada hari Kamis.

Sementara belum ada yang mengaku bertanggung jawab atas ledakan di distrik Rodat provinsi Nangarhar timur, afiliasi ISIS, yang tidak menandatangani gencatan senjata, memiliki kehadiran yang kuat di daerah itu. Sebelumnya, pejuang ISIS telah bentrok dengan Taliban, yang telah menolak tuntutan mereka untuk kekhalifahan.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...