Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pertemuan OPEC

4 Des. 2015, 15.26.02

Harga Minyak Dunia Naik Jelang Pertemuan OPEC

New York, Sentananews.com

Harga minyak dunia naik pada Kamis (Jumat pagi WIB, 4/12), karena pedagang melindungi spekulasi mereka dalam kasus OPEC mengejutkan pasar dan mengambil tindakan tegas dalam upaya memperketat pasokan.

Patokan AS, minyak mentah light sweet atau West Texas Intermediate (WTI) bertambah 1,14 dolar AS menjadi berakhir di 41,08 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange, mengembalikan sebagian kerugian dalam sesi sebelumnya, ketika WTI berakhir di bawah 40 dolar AS untuk pertama kalinya sejak Agustus.

Minyak mentah Brent North Sea untuk pengiriman Januari naik 1,35 dolar AS menjadi menetap pada 43,84 dolar AS per barel di perdagangan London.

Para pedagang masih belum memperkirakan pertemuan Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) akan menghasilkan perubahan yang signifikan dari kebijakan mempertahankan produksi tinggi yang telah berjalan selama setahun dalam rangka mencoba menjaga pangsa pasar.

Namun, investor juga sedikit gelisah dalam kasus pertemuan Wina mengacaukan harapan.

"Saya pikir ada banyak kekhawatiran bahwa ada potensi untuk kejutan Desember dimana Saudi datang dengan beberapa jenis skema untuk tahun depan guna mengurangi produksi," kata John Kilduff, mitra pendiri dari Again Capital.

"Dan, saya kira ada banyak orang yang masuk sebelum waktunya ke pertemuan ini, semakin takut keluar." Aksi beli pada Kamis "terbilang dapat diprediksi mengingat kami memiliki pertemuan," kata Gene McGillian, broker dan analis di Tradition Energy. "Kamia bisa melihat kejutan untuk pasar." Namun, keduanya, Kilduff dan McGillian, mengatakan minyak dapat diperkirakan turun lebih lanjut jika hasil pertemuan Jumat tidak ada tindakan signifikan. Pasokan minyak mentah tetap pada tingkat tinggi dan pasar mengantisipasi lebih banyak minyak datang dari Iran ketikai sanksi dicabut, diperkirakan awal 2016.

Kenaikan harga minyak juga didukung pelemahan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Sebuah greenback yang lemah membuat minyak mentah yang dihargakan dalam dolar lebih murah dan lebih menarik bagi pembeli yang memegang mata uang lainnya.

Dolar AS menukik terhadap mata uang utama pada Kamis setelah Bank Sentral Eropa (ECB) mengumumkan stimulus yang jauh dari harapan pasar.


Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...
​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...
​Lagi AS Bombardir Basis Al-Qaeda di Libya
International
Komando Amerika Serikat (AS) di Afrika atau AFRICOM menyatakan mereka kembali melakukan serangan terhadap basis al-Qaida di sem...
​Abaikan China, AS Resmikan "Kedutaan" di Taiwan
International
Amerika Serikat akan meresmikan kantor baru perwakilan senilai 250 juta dolar AS di ibu kota Taiwan, Selasa, kedutaan "de facto...