Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

India Beli S-400 Rusia, Pakistan Uji Rudal Nuklir

9 Okt. 2018, 10.08.26

  India Beli S-400 Rusia, Pakistan Uji Rudal Nuklir

Islamabad, Sentananews.com

Pakistan berhasil menguji coba peluru kendali (rudal) Ghauri yang dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir dengan jangkauan sekitar 1.300 km, kemarin. Uji coba senjata ini dilakukan setelah India resmi membeli lima unit sistem rudal pertahanan S-400 Rusia dan membatalkan perundingan damai secara sepihak.

Komando Pasukan Strategis Angkatan Darat Pakistan Letnan Jenderal Mian Muhammad Hilal Hussain memuji tes tersebut sebagai demonstrasi yang sukses dari kesiapan operasional dan teknis militer.

"Peluncuran ini mengkonsolidasikan kemampuan nuklir Pakistan yang ditujukan untuk perdamaian dan stabilitas melalui rezim pencegahan yang kredibel," kata militer setempat dalam sebuah pernyataan yang dilansir The Express Tribune.

Presiden Arif Alvi dan Perdana Menteri Imran Khan juga menyamapikan apresiasi mereka atas keberhasilan uji coba sistem rudal Ghauri.

Demonstrasi senjata ini itu terjadi setelah rival regionalnya, India, menandatangani kesepakatan dengan Rusia pada Jumat soal pembelian sistem pertahanan udara S-400 oleh New Delhi dengan total harga sekitar US$ 5 miliar.

Pada akhir bulan lalu, New Delhi juga membatalkan pembicaraan damai dengan Islamabad yang dijadwalkan akan berlangsung di sela-sela sidang Majelis Umum PBB di New York.

Menteri Luar Negeri Pakistan Shah Mehmood Qureshi mengkritik India atas pembatalan perundingan damai itu. Alasan New Delhi membatalkannya karena Islamabad dianggap mendukung kelompok bersenjata di Kashmir dalam insiden Juli lalu.

"India enggan, kami tidak akan menutup pintu kami," katanya, seperti dikutip Economic Times. "Bersembunyi jauh dari masalah tidak akan membuat mereka menghilang. Itu tidak akan memperbaiki situasi di Kashmir," ujarnya.

"Keterlibatan, tidak ada keterlibatan. Datang, tidak datang. Kami menginginkan pembicaraan karena kami percaya cara yang masuk akal adalah bertemu dan berbicara. Mereka setuju, dan kemudian tidak setuju," lanjut Qureshi.

Ditanya apakah ada kemungkinan perang lain antara Pakistan dan India, Qureshi menyatarakan opsi itu tidak ada di meja.

"Siapa yang berbicara tentang perang? Bukan kami. Kami menginginkan perdamaian, stabilitas, pekerjaan dan meningkatkan kehidupan. Anda mengidentifikasi keengganannya," katanya.

"Kami menginginkan perdamaian. Itu tidak berarti kami tidak dapat membela diri dari agresi. Kami dapat, tetapi kami tidak memiliki pola pikir agresif," imbuh dia, yang dikutip Selasa (9/10).

Menteri Informasi Fawad Chaudhry juga bersikeras pada akhir September lalu bahwa Pakistan menginginkan perdamaian dengan India. "Perang tidak akan menjadi pilihan yang layak. Kedua negara harus melakukan negosiasi," katanya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Peretasan China Terhadap AS Makin Marak
International
Pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan pada Selasa bahwa gerakan dunia maya China di Amerika Serikat meningkat dalam bebe...
Serbu 2 Bank, Geng Perampok di Brasil Tewaskan 12 Warga
International
Polisi di wilayah timur laut Brasil berhasil menggagalkan aksi geng perampok bersenjata yang menyerang dua bank di kota Milagre...
​AS Kecam Rusia Tangkap 3 Kapal Militer Ukraina
International
Pemerintah Amerika Serikat membela Ukraina dalam konflik terbaru dengan Rusia di pantai Crimea, Laut Azov. Washington mengataka...
​Trump dan Putin Bahas Perjanjian Senjata Nuklir di Paris
International
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Prtesiden Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah masalah, termasuk Traktat Pasu...
​China Pamer Rudal Jet Tempur Siluman J-20
International
Untuk pertama kalinya, China menunjukkan rudal yang dipasang pada jet tempur siluman J-20 di depan publik pada hari Minggu lalu...
​Dikeluhkan Warga, 300 Polisi Rusia Dipecat
International
Menteri Dalam Negeri Rusia, Vladimir Kolokoltsev mengungkapkan, bahwa pihak kepolisian Rusia harus memecat sekitar 300 petugas ...
Penembakan Bar di California 12 Tewas Termasuk Polisi
International
Seorang pria bersenjata membunuh 12 orang, termasuk wakil sheriff, setelah melepaskan tembakan di sebuah bar di Southern Califo...
​Saudi, UEA dan Mossad Sekongkol Ingin Ganti Rezim Iran
International
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Duta Besar UEA untuk Washington Yousef al-Otaiba dan Direktur Mossad Yossi Cohen...
 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...