Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Israel Desak Pengungsi Afrika Pulang Kampung

3 Jan. 2018, 23.55.34

Israel Desak Pengungsi Afrika Pulang Kampung

Tel Aviv, Sentananews.com

Pemerintah Israel memerintahkan pengungsi asal Afrika untuk angkat kaki dari negaranya dalam waktu tiga bulan. Jika tidak, mereka akan dijebloskan ke penjara.

Badan Imigrasi dan Populasi Israel melalui pernyataan resminya memerintahkan semua pengungsi dari Sudan dan Eritrea untuk kembali ke kampung halaman atau negara ketiga, yaitu Rwanda atau Uganda.

Pemerintah Israel akan memberikan uang senilai US$ 3.500 atau setara Rp 47 juta, juga biaya penerbangan, bagi pengungsi Afrika yang mau hengkang sebelum Maret berakhir.

Namun, badan imigrasi Israel memastikan bahwa perintah ini tidak berlaku bagi manusia lanjut usia dan korban penyelundupan orang.

Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, pernah menegaskan bahwa para pengungsi itu bukan pencari suaka dari Rwanda dan Ugana.

"Kami akan mengembalikan Tel Aviv kepada warga negara Israel. Mereka bukan pengungsi, tapi penyelundup yang mencari kerja," ucap Netanyahu.

Kelompok pemerhati hak asasi manusia, Hotline for Migrant, mengecam langkah Israel ini. Menurut mereka, perintah ini membuat nyawa para pengungsi terancam.

Merujuk pada data Badan Imigrasi dan Populasi Israel, ada sekitar 27.500 pencari suaka dari Eritrea di negara tersebut. Sementara itu, 7.900 pengungsi dari Sudan dan 2.600 warga dari sejumlah negara Afrika lain juga memadati Israel.

Kebanyakan dari mereka menyeberang dari negara asal melalui Mesir untuk mencari hidup yang lebih sejahtera di Israel. Namun belakangan, Israel membangun tembok di sepanjang perbatasan tersebut.

Sebagaimana dilansir The Independent, sekitar 3.800 di antara pengungsi itu kabur dari kampung halamannya untuk menghindari konflik dan persekusi.

Namun, Israel menyebut para pengungsi itu sebagai penyelundup yang sebagian besar pergi dari negara asalnya karena alasan ekonomi.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Diancam Korut, AS Kerahkan 3 Bomber B-2 ke Guam
International
Guna mendukung misi "Bomber Assurance and Deterrence" Komando Pasifik AS, Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan tiga pesawat...
​Pangkalan Diserang Drone, Rusia 'Bidik' AS
International
Adnya serangkain serangan drone terhadap pangkalan militernya di Suriah baru-baru ini, Rusia memerlukan bantuan dari negara yan...
​Turki: Iran-Rusia Harus Penuhi Tanggung Jawab di Suriah
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu meminta pemerintah Iran dan Rusia memiliki tanggung jawab di Suriah. Dia mendesak k...
CIA: Rusia terlibat Kacaukan Pemilu AS
International
Rusia ditundinf mencoba mengacaukan pemilihan umum di AS, yang selanjutnya akan dilaksanakan pada November dengan pemilihan ang...
Perangi Teror, Pakisten Pakai Sumber Daya Sendiri
International
Kementerian Luar Negeri Pakistan menegaskan, negara itu akan melancarkan perang melawan terorisme dengan menggunakan sumber day...
Misi PBB Kutuk Kerusuhan di Afrika Tengah
International
Misi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) di Republik Afrika Tengah (CAR) mengutuk kerusuhan yang merenggut korban jiwa dan membuat...
Gempa 4.5 Magnitudo Guncang San Francisco
International
Gempa kekuatan rendah mengguncang Wilayah Teluk San Francisco, California, Kamis (04/1/2018) hingga membangunkan banyak orang. ...
​Macron: Retorika AS, Israel dan Saudi Picu Perang
International
Presiden Prancis Emmanuel Macron mengecam Amerika Serikat (AS), Israel dan Arab Saudi atas pernyataan bermusuhannya terhadap pe...
AS Ancam Jatuhkan Sanksi Kepada Iran
International
Amerika Serikat (AS) mengancam akan menjatuhkan sanksi kepada individu dan organisasi Iran yang terlibat dalam tindakan keras t...