Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Jika Terpilih, Trump Berniat Hentikan Pembelian Minyak dari Arab Saudi

28 Maret 2016, 11.30.52

Jika Terpilih, Trump Berniat Hentikan Pembelian Minyak dari Arab Saudi

Donald Trump

​Washington, Sentananews.com/Reuters

Calon pesiden dari Partai Republik Donald Trump kepada "New York Times" mengatakan akan mempertimbangkan Amerika Serikat menghentikan pembelian minyak dari Arab Saudi, kecuali pemerintah Saudi menyediakan pasukan untuk melawan IS.

Tanggapan Trump pada Jumat itu termasuk dalam wawancara panjang tentang kebijakan luar negerinya, yang diterbitkan surat kabar itu pada Sabtu dan menjadi jawaban atas pertanyaan tentang apakah, jika terpilih sebagai presiden, ia akan menghentikan pembelian minyak dari sekutu Amerika Serikat kecuali mereka menyediakan pasukan lapangan untuk melawan IS.

"Jawabannya adalah, mungkin ya," kata Trump, menurut salinan wawancara itu.

Trump pernah mengatakan Amerika Serikat harus memperoleh ganti dari negara yang mereka beri perlindungan, bahkan dari negara dengan sumber daya banyak seperti Arab Saudi, penghasil utama minyak.

"Namun, tanpa kita, Arab Saudi tidak akan ada untuk waktu yang lama, "kata Trump kepada New York Times.

Trump juga menyebutkan dalam wawancara itu Mayor Jenderal Gary Harrell, Mayor Jenderal Bert Mizusawa dan Laksamana Charles Kubic yang telah pensiun sebagai penasihat kebijakan luar negeri tambahan untuk lima nama yang disebutkan awal pekan ini yang dikritik sebagai tidak jelas.

Trump menuai pertanyaan mengenai keengganannya untuk mengungkapkan siapa penasehat kampanyenya. Dia mengatakan kepada Times ia bersedia memikirkan kembali aliansi tradisional Amerika Serikat jika ia menjadi presiden.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...