Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Karena Mendukung HAM, Ratu Kecantikan Kanada Dilarang Ke Tiongkok

27 Nov. 2015, 20.32.35

​Karena Mendukung HAM, Ratu Kecantikan Kanada Dilarang Ke Tiongkok

Hong Kong, SENTANAnews.com/AFP - Karena aktivitasnya di kegiatan mendukung Hak Asasi manusia (HAM), Ratu Kecantikan Kanada Anastasia Lin (25) mengamuk di Beijing pada Jumat (27/11), setelah dilarang terbang dari Hong Kong ke Tiongkok untuk berkompetisi dalam kontes kecantikan dunia

Lin, seorang aktris kelahiran Tiongkok yang dianugerahi mahkota Ratu Kecantikan Kanada pada Mei 2015 mengatakan bahwa Tiongkok menghalanginya bepergian ke kota tepi pantai Sanya untuk mengikuti kontes Ratu Kecantikan Dunia.

Lin mengatakan kepada AFP bahwa pihak berwenang Tiongkok menekan orang-orang yang berani mengungkapkan pikiran mereka. Hal itu dikatakannya di bandara internasional Hong Kong, di mana dirinya dilarang melakukan perjalanan ke daratan utama Tiongkok.

"Saya yakin pemerintah Tiongkok marah kepada saya karena upaya saya mengangkat masalah-masalah HAM. Saya menyadari ini adalah risiko besar yang harus saya tanggung, tetapi saya tidak akan menyerah kecuali saya tidak memiliki pilihan apapun," kata dia dalam sebuah konferensi pers, Jumat (27/11) pagi.

Aktris Lin tampil dalam beberapa film yang menggambarkan isu-isu sensitif di Tiongkok mulai dari korupsi hingga penekanan agama. Ia menyerukan kepada media untuk mempertanyakan mengapa Tiongkok sangat khawatir dengan keikutsertaannya dalam kontes kecantikan.

"Tanyakan apakah mereka juga akan melarang atlet mengikuti Olimpiade Musim Dingin hanya karena atlet tersebut memiliki pandangan berbeda dengan Partai Komunis," tutur Lin.

Pada Juli lalu, Beijing memenangkan kesempatan menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin 2022. Pemerintah kota tersebut telah menjadi tuan rumah dalam Olimpiade Musim Panas pada 2008 dan akan menjadi satu-satunya kota yang menyelenggarakan kedua jenis olimpiade tersebut.

Lin baik melalui film maupun komentar publik, telah secara aktif mengecam pelanggaran HAM di Tiongkok terutama penganiayaan terhadap praktisi Falun Gong, sebuah kelompok spiritual yang dilarang di Tiongkok.

Kelompok yang muncul pada 1990-an dan terinspirasi ajaran Buddha melalui kombinasi filosofi Tao, meditasi, dan latihan qigong itu dilarang pada 1999 dan dicap sebagai aliran sesat oleh pemerintah Tiongkok.

Sebagai salah satu praktisi Falun Gong, Lin pada Juli bersaksi dalam sidang kongres Amerika Serikat tentang penganiayaan agama di Tiongkok.

Ia mengatakan kepada parlemen AS bahwa dirinya ingin menyebarkan suara orang-orang di Tiongkok yang dipukuli, dibakar, dan dialiri listrik karena mempertahankan keyakinan mereka, juga termasuk orang-orang di dalam penjara yang mengonsumsi makanan busuk dengan jari-jari melepuh karena mereka berani memiliki sebuah keyakinan.

Lin sebelumnya mengatakan bahwa agen keamanan Tiongkok memaksa ayahnya, yang tinggal di Tiongkok, untuk menekannya agar menghentikan advokasi HAM-nya.

"Ketika saya dinobatkan menjadi Ratu Kecantikan Kanada, ayah saya sangat bangga. Ia menerima ratusan ucapan selamat. Namun, berselang dua hari, nada bicara ayah saya berubah. Ia dengan gugup mengatakan pada saya agar menghentikan upaya advokasi tentang pelanggaran HAM di Tiongkok, dan jika tidak, ia tidak punya pilihan lain selain memutus kontak dengan saya," tutur Lin.

Editor: Agus Panjaitan


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Serang Idiib, ​Rezim Assad Bombardir Pemukiman dan Pasar
International
Kota-kota di Idlib mulai luluh lantak. Serangan pasukan Syria dan sekutunya, Rusia, setiap hari memakan korban belasan hingga p...
​Macron: Dunia Akan Berada di Ambang Perang
International
Dunia akan memasuki krisis besar dan berada di ambang perang, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidato pada Selasa (1...
​Meski Demo Besar, RUU Ekstradisi China Tetap Berlaku
International
Meski telah memicu demo besar-besaran hingga sekitar sejuta orang di Hongkong sejak hari Minggu lalu, rancangan udang-undang (R...
Aksi Protes di Hong Kong Meluas ke Sydney
International
Aksi rakyat Hong Kong terhadap langkah mengizinkan ekstradisi ke China Daratan meluas ke Sydney pada Minggu, dengan para migran...
 ​Penyataan Dubes AS Soal Tepi Barat Dikecam
International
Sejumlah tokoh oposisi Israel melemparkan kecaman atas pernyataan yang dilontarkan oleh Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk I...
​Australia Sita Properti Milik Warga China
International
Kepolisian Australia mengungkapkan, tiga properti milik seorang warga China disita pemerintah setempat setelah investigasi bers...
​China Tuding AS Lakukan 'Terorisme Ekonomi'
International
China menuding Amerika Serikat melakukan "terorisme ekonomi" secara terang-terangan menyusul hubungan perang dagang yang kian s...
​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...