Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​AS Kecam Rusia Tangkap 3 Kapal Militer Ukraina

28 Nov. 2018, 0.24.24

​AS Kecam Rusia Tangkap 3 Kapal Militer Ukraina

New York, Sentananews.com

Pemerintah Amerika Serikat membela Ukraina dalam konflik terbaru dengan Rusia di pantai Crimea, Laut Azov. Washington mengatakan penangkapan tiga kapal militer dan beberapa tentara Kiev oleh Moskow merupakan tindakan keterlaluan dan arogan.

Kecaman itu disampaikan Duta Besar AS untuk PBB Nikki Haley. Menurutnya, Moskow yang melakukan pelanggaran terhadap wilayah Ukraina dan mendesaknya untuk mengurangi ketegangan.

Haley mengaaku telah berbicara dengan Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Michael Pompeo. Diplomat perempuan Amerika ini menyatakan bahwa pernyataannya mencerminkan kekhawatiran di level tertinggi.

"Seperti yang telah dikatakan Presiden Trump berkali-kali, Amerika Serikat akan menyambut hubungan normal dengan Rusia. Namun tindakan-tindakan pelarangan seperti ini terus membuat itu tidak mungkin," kata Haley yang dikutip Reuters, Selasa (27/11).

Rusia menangkap tiga kapal militer Ukraina, yakni dua kapal lapis baja dan sebuah kapal tunda. Alasannya, kapal-kapal itu secara ilegal memasuki perairan teritorial Rusia di Crimea. Penangkapan itu berlangsung dramatis, di mana kapal perang Moskow menembaki kapal-kapal Kiev. Tiga tentara Angkatan Laut Kiev yang terluka oleh serangan itu juga ditangkap Moskow.

Namun, Kiev mengklaim kapal-kapalnya tidak melakukan kesalahan dan menuduh Moskow melakukan agresi militer.

"Amerika Serikat akan mempertahankan sanksi yang berkaitan dengan Crimea terhadap Rusia. Eskalasi Rusia lebih lanjut dari jenis ini hanya akan memperburuk keadaan. Ini akan semakin melemahkan posisi Rusia di dunia. Ini akan memperburuk hubungan Rusia dengan AS dan banyak negara lain," kata Haley.

Sementara Duta Besar Ukraina untuk PBB Volodymyr Yelchenko menyerukan kepada masyarakat internasional untuk menerapkan satu set sanksi baru yang ditujukan untuk mengatasi situasi di kawasan itu, termasuk terhadap pelabuhan Azov Rusia.

Dia mengatakan kepada Dewan Keamanan PBB bahwa meningkatkan tekanan politik di Moskow akan membantu meredam situasi. "Ukraina siap untuk menggunakan semua cara yang tersedia dalam melaksanakan hak kami untuk membela diri," ujarnya.

Pada bagian lain, Deputi Duta Besar Rusia untuk PBB Dmitry Polyanskiy menuduh Ukraina merencanakan insiden itu dan menduga itu sebagai trik untuk menaikkan popularitas Presiden Petro Poroshenko di kalangan pemilih menjelang pemilu Ukraina tahun depan.

"Bagaimana dia bisa mempertahankan kekuasaan dalam keadaan seperti ini? Sudah jelas, mengatur provokasi dan sekali lagi menuduh Rusia dari segalanya, menggelembungkan peringkat (popularitas)-nya sendiri dan menempatkan dirinya sebagai penyelamat bangsa," kata Polyanskiy.

"Ini adalah tentang membatalkan pemilu meskipun semua jaminan Poroshenko sebaliknya," ujarnya. Dia memperingatkan bahwa "Rusia tidak pernah menyebabkan pukulan pertama, tetapi tahu bagaimana melindungi dirinya sendiri," tukasnya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Serang Idiib, ​Rezim Assad Bombardir Pemukiman dan Pasar
International
Kota-kota di Idlib mulai luluh lantak. Serangan pasukan Syria dan sekutunya, Rusia, setiap hari memakan korban belasan hingga p...
​Macron: Dunia Akan Berada di Ambang Perang
International
Dunia akan memasuki krisis besar dan berada di ambang perang, kata Presiden Prancis Emmanuel Macron dalam pidato pada Selasa (1...
​Meski Demo Besar, RUU Ekstradisi China Tetap Berlaku
International
Meski telah memicu demo besar-besaran hingga sekitar sejuta orang di Hongkong sejak hari Minggu lalu, rancangan udang-undang (R...
Aksi Protes di Hong Kong Meluas ke Sydney
International
Aksi rakyat Hong Kong terhadap langkah mengizinkan ekstradisi ke China Daratan meluas ke Sydney pada Minggu, dengan para migran...
 ​Penyataan Dubes AS Soal Tepi Barat Dikecam
International
Sejumlah tokoh oposisi Israel melemparkan kecaman atas pernyataan yang dilontarkan oleh Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk I...
​Australia Sita Properti Milik Warga China
International
Kepolisian Australia mengungkapkan, tiga properti milik seorang warga China disita pemerintah setempat setelah investigasi bers...
​China Tuding AS Lakukan 'Terorisme Ekonomi'
International
China menuding Amerika Serikat melakukan "terorisme ekonomi" secara terang-terangan menyusul hubungan perang dagang yang kian s...
​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...