Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Kenakalan Korut Hanya Dalih AS untuk Bidik China

8 Mei 2017, 23.37.56

​Kenakalan Korut Hanya Dalih AS untuk Bidik China

Washington, Sentananews.com

Para pakar internasional menilai Amerika Serikat (AS) menggunakan "kenakalan" Korea Utara (Korut) hanya sebagai dalih untuk menumpuk kekuatan militer berkemampuan nuklir untuk membidik China. Rusia juga dinilai jadi target potensial AS.

Rezim Korut yang dipimpin diktator muda Kim Jong-un sebelumnya mengancam membuat Gedung Putih menjadi abu dengan serangan militernya. Kini, Pyongyang bahkan menangkap lagi seorang warga AS sebagai bagian dari "diplomasi penyanderaan".

AS juga telah mengirim armada tempurnya yang dipimpin kapal induk USS Carl Vinson, di perairan lepas di semenanjung Korea. Beberapa pekan terakhir, pesawat pembom nuklir juga bermanuver di langit Korea untuk menekan Pyongyang.

Namun, seorang penulis dan pakar isu internasional James Petras menilai pemerintah Donald Trump hanya menggunakan situasi Korut sebagai dalih untuk membangun militernya. Tujuannya, untuk meluncurkan serangan mendadak ke China.

"Strategi Washington dirancang untuk menampung dan mempengaruhi China jika memungkinkan dan secara ekstrem untuk meluncurkan serangan nuklir ke China," katanya seperti dikutip Daily Star, Senin (8/5).

"Saya pikir dalih menyerang Korea Utara hanyalah sebuah alasan untuk membangun kemampuan militer AS untuk melakukan serangan nuklir," tambah dia.

Pakar pemerintah AS Paul Craig Roberts, yang pernah bertugas di bawah pemerintah Ronald Reagan, sebelumnya juga menyatakan bahwa Washington sedang mempersiapkan serangan nuklir kejutan terhadap Rusia dan China.

Namun, penilaian para pakar itu bertentangan dengan pernyataan Presiden Trump baru-baru ini, di mana dia telah memuji persahabatannya dengan Presiden China Xi Jinping.

Jika AS benar-benar berencana melakukan serangan ini terhadap China dan Rusia, maka pemerintah Trump juga bisa menuai bencana. Sebuah laporan militer AS awal tahun ini mengindikasikan bahwa AS akan rugi jika melawan Rusia atau China karena peralatan militer kedua negara itu telah maju pesat.@

Editor: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Trump dan Putin Bahas Perjanjian Senjata Nuklir di Paris
International
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Prtesiden Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah masalah, termasuk Traktat Pasu...
​China Pamer Rudal Jet Tempur Siluman J-20
International
Untuk pertama kalinya, China menunjukkan rudal yang dipasang pada jet tempur siluman J-20 di depan publik pada hari Minggu lalu...
​Dikeluhkan Warga, 300 Polisi Rusia Dipecat
International
Menteri Dalam Negeri Rusia, Vladimir Kolokoltsev mengungkapkan, bahwa pihak kepolisian Rusia harus memecat sekitar 300 petugas ...
Penembakan Bar di California 12 Tewas Termasuk Polisi
International
Seorang pria bersenjata membunuh 12 orang, termasuk wakil sheriff, setelah melepaskan tembakan di sebuah bar di Southern Califo...
  India Beli S-400 Rusia, Pakistan Uji Rudal Nuklir
International
Pakistan berhasil menguji coba peluru kendali (rudal) Ghauri yang dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir dengan jangk...
​Saudi, UEA dan Mossad Sekongkol Ingin Ganti Rezim Iran
International
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Duta Besar UEA untuk Washington Yousef al-Otaiba dan Direktur Mossad Yossi Cohen...
 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...
Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...