Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Lagi, Ledakan Hantam Ibukota Afghanistan

30 Sep. 2017, 21.13.33

Lagi, Ledakan Hantam Ibukota Afghanistan

​Kabul, sentananews.com

Sebuah ledakan kembali terjadi di wilayah Qala-e Fatehullah, Kabul, dekat Masjid Hussainya, dan terjadi ketika pasukan keamanan meningkatkan kewaspadaannya atas kemungkinan adanya serangan selama Ashura, perayaan tersuci dalam kalender keagamaan Syiah.

Kelompok IS mengaku bertanggung jawab atas serangan bunuh diri di dekat sebuah masjid besar Syiah di ibu kota Afghanistan pada Jumat kemarin yang menewaskan setidak-tidaknya satu orang dan melukai lima lagi.

Sebuah pernyataan dari kelompok IS, yang telah mengakui sederetan serangan terhadap Syiah selama dua tahun belakangan, mengatakan bahwa petempurnya telah melakukan serangan tersebut.

Sementara Presiden Ashraf Ghani mengeluarkan sebuah pernyataan yang mengatakan bahwa para pelaku penyerangan tidak akan dapat mengguncang kesatuan warga Afghanistan dengan melancarkan serangan yang "tidak manusiawi dan tidak beragama" .

Afghanistan, sebuah negara yang kebanyakan penduduknya adalah penganut Islam Sunni, umumnya terhindar dari kekerasan sektarian yang telah menghancurkan negara-negara seperti Irak, namun terjadi peningkatan jumlah serangan terhadap pengikut Syiah dalam beberapa tahun belakangan.

Petugas keamanan mengatakan setidak-tidaknya dua penyerang tewas ketika mereka melakukan operasi. Serangan tampaknya direncanakan untuk menyasar sebuah masjid, hanya sebulan setelah 20 orang tewas ketika beribadah di masjid Syiah lainnya di Kabul.

Sebuah rumah sakit yang dikelola oleh kelompok bantuan Italia, "Emergency", mengatakan bahwa lima korban terluka akibat ledakan tersebut, namun saksi di tempat kejadian tersebut mengatakan bahwa delapan atau sembilan orang menderita luka atau tewas.

Kelompok garis keras setempat yang terhubung dengan jaringan IS telah mengakui beberapa serangan yang menyasar Syiah di Kabul dalam beberapa tahun belakangan dan pemerintah telah mengizinkan masyarakat Syiah untuk menempatkan penjaga bersenjata di dekat masjid menjelang Ashura.

Tidak ada informasi sensus yang dapat dipercaya mengenai jumlah masyarakat Syiah di Afghanistan, namun diperkirakan berkisar antara 10-20 persen, dengan sebagian besar berasal dari Hazara dan kelompok suku Tajik.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Rusak Masjid, Pria Ini Dihukum 15 Tahun penjara
International
Michael Wolfe, pria yang melakukan perusakan terhadap masjid di Florida pada Januari 2016 dan meletakkan potongan daging babi m...
​AS Identifikasi Pelaku Aksi Brutal Terhadap Rohingya
International
Amerika Serikat (AS) telah mengindetifikasi satu orang yang mungkin akan dijatuhkan sanksi atas tindakan brutal terhadap minori...
​Empat Orang Palestina Tewas, Ratusan Luka-luka
International
Empat orang Palestina tewas, Jumat (15/12), dan lebih dari 200 lagi cedera, selama bentrokan sepanjang hari antara ratusan pemu...
​Krisis Penyebab Jutaan Anak di Sudan Selatan Menderita
International
Lembaga anak-anak PBB UNICEF menyebutkan, anak-anak di Sudan Selatan memikul beban berat akibat krisis, yang memasuki tahun kee...
Irak Eksekusi 38 Anggota ISIS
International
Irak mengeksekusi mati 38 ekstremis anggota kelompok ISIS atau Al-Qaeda karena kejahatan terorisme di penjara kota selatan Nasi...
Hadapi Penolakan, Wapres AS Tetap Akan ke Timteng
International
Wakil Presiden Amerika Serikat (AS) Mike Pence akan mengunjungi Mesir dan Israel pekan depan meski ada kontroversi dan pembatal...
Pendirian Uni Eropa Soal Yerusalem Tak Berubah
International
Para pemimpin Uni Eropa pada Kamis waktu setempat menolak pengakuan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Yerusalem se...
​Korut Sepakat Untuk Cegah Perang
International
Pejabat senior Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyebut para pejabat Korea Utara (Korut) mengakui tak ingin perang kembali pec...
​Mantan Presiden Georgia Dibebaskan dari Penahanan
International
Tokoh oposisi Ukraina, Mikheil Saakashvili (49), yang merupakan mantan presiden Georgia itu dibebaskan dari penahanan pada Seni...