Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Militer Filipina Serbu Kelompok Abu Sayyaf, 18 Tentara Tewas

10 April 2016, 12.04.38

Militer Filipina Serbu Kelompok Abu Sayyaf, 18 Tentara Tewas

​Manila, Sentananews.com/Xinhua-OANA

Delapan-belas prajurit Pemerintah Filipina dan lima gerilyawan tewas setelah baku-tembak di Filipina Selatan pada Sabtu (9/4), kata militer, Ahad.

Pertempuran sengit juga melukai 53 prajurit dan 20 gerilyawan lagi, kata Mayor Filemon Tan, Juru Bicara Komando Militer Mindanao Barat.

Baku-tembak itu meletus pada pukul 07.55 waktu setempat pada Sabtu di Desa Baguindano, Kota Kecil Tipo-tipo di Basilan, dengan melibatkan pasukan dari Batalion Pasukan Khusus Ke-4 Angkatan Darat dan Batalion Infantri Ke-44 melawan sebanyak 120 petempur Abu Sayyaf.

Ia mengatakan pertempuran berlangsung sampai sekitar pukul 17.30 waktu setempat.

Let.Kol. Benedicto Manquiquis, Juru Bicara Divisi Infantir Ke-1 Angkatan Darat, mengatakan tentara sedang melancarkan operasi tempur ketika bentrokan terjadi, demikian laporan Xinhua yang dipantau Sentana di Jakarta, Ahad (10/4).

Tan tak bersedia memberi perincian lebih lanjut mengenai peristiwa tersebut, dan mengatakan ia sedang mempersiapkan pernyataan yang lebih terperinci.

"Mula-mula, saya mengkonfirmasi bahwa ada bentrokan di Barangay (Desa) Baguindano, Tipo-tipo, Basilan. Hasilnya ialah di pihak pemerintah 18 prajurit KIA (gugur dalam tugas) dan 53 prajurit WIA (cedera dalam tugas)," kata Tan.

Kelompok Abu Sayyaf, yang memiliki 400 anggota dan didirikan pada awal 1990-an oleh gerilyawan garis keras, adalah kelompok perusuh yang beroperasi di Filipina Selatan. Kelompok itu memiliki nama negatif karena melakukan serangkaian penculikan, pemboman dan pemenggalan selama beberapa dasawarsa belakangan.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...
​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi
International
Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ...
​Peretasan China Terhadap AS Makin Marak
International
Pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan pada Selasa bahwa gerakan dunia maya China di Amerika Serikat meningkat dalam bebe...
Serbu 2 Bank, Geng Perampok di Brasil Tewaskan 12 Warga
International
Polisi di wilayah timur laut Brasil berhasil menggagalkan aksi geng perampok bersenjata yang menyerang dua bank di kota Milagre...
​AS Kecam Rusia Tangkap 3 Kapal Militer Ukraina
International
Pemerintah Amerika Serikat membela Ukraina dalam konflik terbaru dengan Rusia di pantai Crimea, Laut Azov. Washington mengataka...