Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Pangkalan Diserang Drone, Rusia 'Bidik' AS

10 Jan. 2018, 21.35.40

​Pangkalan Diserang Drone, Rusia 'Bidik' AS

Moskow, sentana

Adnya serangkain serangan drone terhadap pangkalan militernya di Suriah baru-baru ini, Rusia memerlukan bantuan dari negara yang memiliki teknologi navigasi satelit. Pernyataan ini tampaknya ditujukan ke Amerika Serikat (AS).

Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan pasukannya berhasil mengusir serangkaian serangan pesawat tak berawak pada Sabtu di pangkalan udara Hemeimeem dan fasilitas angkatan laut di Tartus. Serangan itu melibatkan 13 pesawat drone, tujuh ditembak jatuh dan enam lainnya terpaksa mendarat tanpa menimbulkan kerusakan.

Tanpa menyalahkan negara tertentu, kementerian tersebut mengatakan bahwa data untuk serangan tersebut hanya dapat diperoleh dari salah satu negara yang memiliki pengetahuan dalam navigasi satelit seperti dikutip dari AP, Rabu (10/1/2018).

Dalam pernyataan itu, kementerian tersebut mencatat sebuah "kebetulan yang aneh" sebuah pesawat intelijen militer AS terbang di atas Mediterania di dekat dua pangkalan Rusia pada saat serangan tersebut terjadi.

AS dan Rusia mendukung pihak-pihak yang berbeda dalam perang saudara di Suriah. Rusia mendukung rezim Bashar al-Assad, sementara AS berada dibelakang pihak pejuang Suriah.

Presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan kemenangan di Suriah bulan lalu dan memerintahkan penarikan sebagian pasukan, dan Kremlin mengatakan Senin malam bahwa jumlah tentara Rusia yang tersisa di Suriah cukup memadai untuk menangkis serangan militan.

Ditanya pada hari Selasa apakah penarikan tersebut mungkin sudah terlalu dini mengingat serangan pesawat tak berawak itu, juru bicara Putin Dmitry Peskov mengatakan pasukan Rusia di Suriah memiliki semua sarana yang diperlukan untuk menghadapi tantangan apapun.

Editor: Syarief


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...