Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

16 Juni 2018, 23.00.37

​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen

Kairo, Sentananews.com

Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (IMF) untuk memangkas subsidi negara melalui beberapa produk konsumen.

Mengutip Reuters, Sabtu (16/6), Menteri Perminyakan Mesir Tarek El Molla memproyeksi keputusan menaikkan harga BBM akan menghemat anggaran subsidi negara di tahun ini dan tahun depan hingga US$ 2,8 miliar. "Perubahan harga akan membantu mengurangi konsumsi minyak bumi sekitar lima persen," ujarnya.

Tak hanya BBM, pemerintah juga menaikkan harga tabung gas rumah tangga dari 30 poundsterling menjadi 50 poundsterling. Sementara, untuk sebotol gas komersial, harganya meningkat menjadi 100 poundsterling dari 60 poundsterling.

Saat ini, Mesir memasuki setengah jalan pinjaman tiga tahunan IMF. Pinjaman sebesar US$12 miliar ini membuat Mesir melakukan langkah-langkah penghematan.

Harapannya, hal ini akan memikat investor asing dan mendorong ekonomi yang jatuh setelah pemberontakan Musim Semi Arab 2011 silam.

Pada Mei lalu, Direktur Pelaksana Deputi Pertama IMF David Lipton mengatakan bahwa pejabat pemerintah Mesir harus memperdalam reformasi dan mendorong pertumbuhan sektor swasta dengan lebih baik.

Diketahui, kenaikan harga BBM di Mesir terjadi untuk ketiga kalinya sejak November 2016 lalu. Kenaikan harga BBM diyakini akan menambah tekanan pada daya beli masyarakat setempat yang saat ini tengah berjuang di tengah tingginya tingkat pengangguran dan gejolak harga.

Secara rinci, harga BBM dengan oktan 95 naik dari 6,6 poundsterling menjadi 7,75 poundsterling, sedangkan oktan 92 naik dari 5 poundsterling menjadi 6,75 poundsterling. Sementara, untuk BBM dengan oktan 80 naik dari 3,65 menjadi 5,5 poundsterling.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...
​Lagi AS Bombardir Basis Al-Qaeda di Libya
International
Komando Amerika Serikat (AS) di Afrika atau AFRICOM menyatakan mereka kembali melakukan serangan terhadap basis al-Qaida di sem...
​Abaikan China, AS Resmikan "Kedutaan" di Taiwan
International
Amerika Serikat akan meresmikan kantor baru perwakilan senilai 250 juta dolar AS di ibu kota Taiwan, Selasa, kedutaan "de facto...
​Hadiri KTT AS-Korut, Trump Tiba di Singapura
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Singapura pada Minggu (10/6), menjelang KTT bersejarahnya dengan Pemimpin Ko...
​Liga Arab Minta Internasional Hentikan Pelanggaran Israel
International
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit menyerukan upaya internasional efektif untuk menghentikan peningkatan pelanggar...
​G7 Pastikan Program Nuklir Iran untuk Kepentingan Damai
International
Para pemimpin negara G7 berjanji untuk memastikan program nuklir Iran untuk kepentingan damai. Hal itu tertuang dalam pernyataa...