Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat

16 Juni 2018, 22.51.03

Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat

Port Moresby, Sentananews.com

Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan ketertiban setelah para perusuh terus mengamuk dan membakar. Demikian pernyataan pemerintah.

Kerumunan bersenjata marah setelah pengadilan menolak pemilihan gubernur daerah. Mereka membakar sebuah pesawat terbang, menjarah gudang dan membakar bangunan di Mendi, Ibu Kota provinsi Southern Highlands.

Perdana Menteri Peter O'Neill mengatakan Papua Nugini telah mengumumkan keadaan darurat selama sembilan bulan di Provinsi Southern Highlands, dan menghentikan sementara pemerintahnya.

"Tindakan orang yang merusak properti di Mendi telah membuat jijik bangsa," kata O'Neill di situsnya seperti dikutip dari Reuters, Sabtu (16/6).

"Polisi akan menyelidiki setiap agitator, dan setiap orang yang terlibat dalam kerusuhan," imbuhnya.

Thomas Eluh, seorang mantan polisi dan wakil administrator di provinsi ini, telah diberikan kekuatan darurat secara konstitusional.

"Polisi, termasuk regu mobile, segera dikerahkan, bersama dengan penyelidik kriminal," O'Neill menambahkan.

Lebih dari 200 pasukan Pasukan Pertahanan Papua Nugini diterbangkan ke kota Gunung Hagen pada hari Sabtu waktu setempat sebelum melakukan perjalanan ke Mendi, kata media Loop Loop PNG.

Reuters tidak dapat secara independen mengkonfirmasi laporan gerakan pasukan.

Para penjarah menggeledah gudang pasokan bantuan gempa selama kerusuhan Mendi, kata Barclay Tenza, juru bicara bencana provinsi. "Mereka mengambil semua bahan makanan," katanya melalui telepon dari Port Moresby.

Banyak komunitas masih menerima bantuan setelah gempa berkekuatan 7,5 SR pada Februari lalu yang menewaskan 100 orang, menguji keuangan dan kapasitas salah satu negara termiskin di dunia.

Kekerasan sering merusak pedalaman terpencil negara Pasifik yang kaya sumber daya itu, di mana perselisihan suku dan tanah melanda politik regional.

Editor: Syarief Lussy

To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...
​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi
International
Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ...
​Peretasan China Terhadap AS Makin Marak
International
Pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan pada Selasa bahwa gerakan dunia maya China di Amerika Serikat meningkat dalam bebe...
Serbu 2 Bank, Geng Perampok di Brasil Tewaskan 12 Warga
International
Polisi di wilayah timur laut Brasil berhasil menggagalkan aksi geng perampok bersenjata yang menyerang dua bank di kota Milagre...
​AS Kecam Rusia Tangkap 3 Kapal Militer Ukraina
International
Pemerintah Amerika Serikat membela Ukraina dalam konflik terbaru dengan Rusia di pantai Crimea, Laut Azov. Washington mengataka...