Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pasca Ledakan Brussels, Bandara Eropa Perketat Keamanan

23 Maret 2016, 16.30.14

Pasca Ledakan Brussels, Bandara Eropa Perketat Keamanan

​Berlin/Sydney, Sentananews.com/Reuters

Beberapa negara memperketat atau meninjau ulang keamanan bandar udara menyusul ledakan ganda di bandara Brussels, sementara Perdana Menteri Australia Malcolm Turnbull pada rabu (23/3) menyalahkan perbatasan bercelah dan keamanan longgar di Eropa atas serangan tersebut.

Kelompok IS menyatakan berada di balik serangan di ruang keberangkatan bandar udara Zavente dan di kereta bawah tanah itu, yang menewaskan setidak-tidaknya 30 orang.

Jaksa mengatakan bahwa ledakan di bandar udara itu, yang melayani lebih dari 23 juta orang tiap tahun, diyakini berasal dari seorang pelaku bom bunuh diri.

Turnbul, yang mengikuti perdebatan global tentang perlindungan perbatasan, menenangkan warga Australia dengan mengatakan, "Pengaturan keamanan dalam negeri kami jauh lebih kuat daripada yang ada di Eropa, tempat mereka sangat disayangkan membiarkan itu terlewat." "Kelemahan dalam tingkat keamanan Eropa berhubungan dengan permasalahan mereka dalam beberapa waktu lalu," kata dia di Sydney.

Pihak berwenang di London, Paris dan Frankfurt menanggapi serangan tersebut dengan cara meningkatkan jumlah aparat polisi yang berjaga di sejumlah bandara dan pangkalan transportasi mereka. Para maskapai bergegas untuk memindahkan penerbangan mereka saat bandara Brussels akan tetap ditutup pada Rabu.

"Dua orang teroris yang memasuki wilayah terminal dengan bahan peledak, tidak diragukan lagi bahwa ini adalah sebuah kegagalan yang besar," kata Pini Schiff, mantan kepala bidang keamanan di bandara Ben-Gurion, Tel Aviv yang saat ini menjabat sebagai kepala Asosiasi Keamanan Israel, mengatakan dalam sebuah wawancara di stasiun radio Israel.

Di Amerika Serikat, kota terbesar negara itu berada dalam siaga tinggi dan Garda Nasional dipanggil untuk meningkatkan keamanan di dua bandara yang ada di New York.

Lembaga PBB mulai meninjau ulang keamanan bandara menyusul jatuhnya sebuah psawat Rusia di Mesir yang dikarenakan oleh bom kaleng soda rakitan pada Oktober tahun lalu. Kelompok IS mengklaim bertanggung jawab atas penyelundupan bom itu di dalam pesawat.

Namun, meskipun adanya sejumlah serangan seperti bom bunuh diri di ruang kedatangan bandara Domodevo, Moskow, yang menewaskan 37 orang pada 2011, hanya sedikit perhatian yang difokuskan kepada bagaimana bandara itu sendiri aman.

"Itu saya rasa aneh karena hanya setengah bagian dari bandara yang aman. Tentu saja seluruh bagian bandara harus aman, dari saat Anda tiba di parkiran mobil," kata Matthew Finn, kepala pengatur dari konsultan keamanan penerbangan independen, Augmentiq.

Pemeriksaan Keterbukaan wilayah publik bandara di Eropa Barat itu kontras dengan beberapa yang ada di Afrika, Timur Tengah dan Asia Tenggara, dimana sejumlah dokumen dan barang bawaan milik para pengunjung diperiksa sebelum mereka memasuki gedung bandara.

Di Turki, para penumpang dan bawaan mereka diperiksa pada saat memasuki terminal dan akan diperiksa lagi setelah melakukan pendaftaran. Moskow juga memeriksa orang-orang di pintu masuk terminal.

Bandara Ben Gurion di Israel terkenal atas keamanannya yang kuat, termasuk pendataan penumpang untuk mengenali mereka yang dianggap mencurigakan, peralatan pelacak bom dan memberikan pertanyaan kepada tiap pengunjung.

Di ibu kota Kenya, Nairobi, dimana pihak berwenang berada dalam siaga tinggi atas serangan yang dilakukan oleh para militan al Shabaab dari Somalia, para penumpang harus turun dari kendaraan mereka yang kemudian akan mereka periksa, di sebuah pos pemeriksaan yang terletak sekitar satu kilometer dari terminal utama.

Namun, menambah pemeriksaan seperti pemeriksa sinar-X untuk barang bawaan di pintu masuk terminal dapan membuatnya sebagai sasaran yang potensial, seorang analis mengatakan.

"Pergerakan apapun terkait penyisiran keamanan di pintu masuk gedung terminal akan menyebabkan kemacetan, ketidaknyamanan dan penundaan penerbangan, sementara antrian yang terjadi dapat menjadi sasaran yang empuk," kata redaktur peninjau bandara dari IHS Jane, Ben Vogel.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...
​Lagi AS Bombardir Basis Al-Qaeda di Libya
International
Komando Amerika Serikat (AS) di Afrika atau AFRICOM menyatakan mereka kembali melakukan serangan terhadap basis al-Qaida di sem...
​Abaikan China, AS Resmikan "Kedutaan" di Taiwan
International
Amerika Serikat akan meresmikan kantor baru perwakilan senilai 250 juta dolar AS di ibu kota Taiwan, Selasa, kedutaan "de facto...
​Hadiri KTT AS-Korut, Trump Tiba di Singapura
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Singapura pada Minggu (10/6), menjelang KTT bersejarahnya dengan Pemimpin Ko...
​Liga Arab Minta Internasional Hentikan Pelanggaran Israel
International
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit menyerukan upaya internasional efektif untuk menghentikan peningkatan pelanggar...