Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pasca Penyerangan klab Gay, Hillary: Jangan Sebarkan Kebencian Terhadap Muslim di AS

14 Juni 2016, 9.22.12

Pasca Penyerangan klab Gay, Hillary: Jangan Sebarkan Kebencian Terhadap Muslim di AS

Calon presiden AS dari partai Demokrat, Hillary Clinton

Washington DC, Sentananews.com

Kasus Penembakan di sebuah klab malam khusus gay di Orlando meninggalkan persoalan berbau rasis. Bahkan, pasca peristiwa itu menimbulkan kebencian terhadap umat muslim Amerika.

Calon presiden AS dari partai Demokrat Hillary Clinton angkat bicara atas kebencina terhadap warga muslim Amerika. Hillary berharap warga AS harus menemukan cara untuk menjaga keamanan negara tanpa mengutuk masyarakat muslim Amerika.

Hillary sendiri menyerukan sikap "kenegarawanan dan netralitas" pasca peristiwa tersebut. Ia juga mengatakan akan mendukung langkah-langkah kuat untuk mencegah serangan. Selain itu, isteri Bill Clinton ini juga mendesak untuk dilakukannya pemantauan internet yang lebih ketat.

Pada waktu yang sama, Hillary juga berkomitmen untuk melindungi hak-hak muslim Amerika. "Kita tidak bisa mengutuk penghasut dan menyatakan perang terhadap seluruh agama. Itu berbahaya," kata Hillary kepada CBS News, Senin (13/6/2016).

Dia juga menyerukan pencegahan terhadap orang-orang yang berada di daftar larangan pembelian senjata AS. Selain itu juga perlu dilakukannya pembatasan penjualan senapan serbu.

Sikap berbeda ditunjukkan calon presiden dari Partai Republik, Donald Trump yang mendesak dilakukannya pemantauan masjid di AS. Bahkan Trump meminta adanya larangan sementara muslim untuk masuk negeri Paman Sam tersebut.

"Kami harus melihat masjid dan kita harus melihat masyarakat. Dan percayalah, masyarakat tahu orang-orang yang memiliki potensi untuk meledakkan," tandasnya.

Penulis :Ralian Jawalsen


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...