Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

PBB: Hentikan Kejahatan Perang di Suriah

11 Mei 2016, 20.01.30

PBB: Hentikan Kejahatan Perang di Suriah

Ilustrasi

​Jenewa, Sentananews.com

Negara pendukung perdamaian di Suriah harus menghentikan pihak bertikai menyerang sasaran tidak sah, seperti, rumah sakit dan sarana umum lain, kata penyelidik kejahatan perang PBB dalam pernyataan tertulis pada Rabu (11/05).

Serangan udara dan tembakan peluru kendali terus dilancarkan ke wilayah warga dalam beberapa waktu belakangan, kata Komisi Penyelidikan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Suriah.

"Mereka, yang tidak menghormati aturan perang, harus menghadapi hukuman," kata Paulo Pinheiro, kepala komisi tersebut.

"Warga akan terus menjadi sasaran, menjadi korban, dan dibunuh secara keji, jika budaya pembiaran tidak segera dihapuskan," kata dia.

Hukum internasional mengharuskan semua pihak bertikai membedakan sasaran sah serangan dengan yang tidak sah. Namun, pembedaan tersebut tidak diindahkan dan sejumlah serangan belakangan dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang, kata penyelidik tersebut.

Tim itu secara khusus menyebut serangan dengan sasaran rumah sakit Al Quds di Aleppo pada 27 April lalu dan sejumlah serangan di sarana kesehatan lain. Serangan udara juga terjadi di sejumlah pasar, tempat penampungan air umum, dan bahkan sebuah perkemahan pengungsi Idlib pada 5 Mei lalu.

Serangan itu terjadi dua bulan setelah kesepakatan penandatanganan gencatan senjata yang diprakarsai oleh Rusia dan Amerika Serikat. Gencatan senjata itu kini berakhir dengan kegagalan sementara pemerintah Suriah berencana untuk menyerang kota Aleppo, yang dikuasai oposisi.

Tim investigator PBB itu tidak secara tegas menyebut pihak mana yang bertanggung jawab atas serangan dengan sasaran warga itu. Namun, hanya pemerintah Suriah dan Rusia yang diketahui menggunakan pesawat tempur di Aleppo.

Sementara itu, pada pekan lalu, Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia, Zaid Ra'ad al Hussein, menjelaskan laporan awal bahwa pemerintah Suriah bertanggung jawab atas serangan di perkemahan pengungsi Idlib yang menewaskan sekitar 30 orang.

Militer Suriah menyatakan tidak menyasar tempat pengungsi tersebut.

Editor: Khoerul Kahfi


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...
​Lagi AS Bombardir Basis Al-Qaeda di Libya
International
Komando Amerika Serikat (AS) di Afrika atau AFRICOM menyatakan mereka kembali melakukan serangan terhadap basis al-Qaida di sem...
​Abaikan China, AS Resmikan "Kedutaan" di Taiwan
International
Amerika Serikat akan meresmikan kantor baru perwakilan senilai 250 juta dolar AS di ibu kota Taiwan, Selasa, kedutaan "de facto...
​Hadiri KTT AS-Korut, Trump Tiba di Singapura
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump tiba di Singapura pada Minggu (10/6), menjelang KTT bersejarahnya dengan Pemimpin Ko...
​Liga Arab Minta Internasional Hentikan Pelanggaran Israel
International
Sekretaris Jenderal Liga Arab Ahmed Aboul-Gheit menyerukan upaya internasional efektif untuk menghentikan peningkatan pelanggar...