Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

PBB Hentikan Perundingan Damai Suriah

4 Feb. 2016, 18.35.36

PBB Hentikan Perundingan Damai Suriah

Jenewa, Sentananews.com/Reuters

Utusan PBB pada Rabu (03/02) menghentikan sementara upaya perundingan damai Suriah setelah pasukan pemerintah, dengan bantuan pesawat tempur Rusia, mengepung barisan gerilyawan di bagian utara Aleppo untuk memotong rantai pasokan dari Turki.

Pejabat senior PBB lain mengatakan bahwa tindakan agresif dari Rusia adalah alasan utama penghentian sementara perundingan damai yang dimulai sejak awal pekan tersebut.

Utusan PBB Staffan de Mistura mengatakan bahwa perundingan di Jenewa akan dihentikan selama tiga pekan karena masih membutuhkan dukungan dari seteru internasional, Amerika Serikat dan Rusia, yang berbeda pandangan terkait konflik di Suriah.

"Saya sudah menegaskan dari hari pertama bahwa perundingan ini bukan hanya tempat bicara," kata dia.

Seorang sumber dari PBB mengungkapkan bahwa alasan sebenarnya dari penghentian itu adalah eskalasi militer Rusia yang dinilai menghambat proses negosiasi.

"Menurut saya, utusan (De Mistura) menghentikan perundingan karena PBB tidak ingin diasosiaikan dengan eskalasi Rusia di Suriah yang beresiko merusak negosiasi," kata sumber tersebut.

"Pengeboman dari udara telah membantu pasukan pemerintah, namun juga membuat malu kelompok oposisi di lapangan serta perwakilannya di Jenewa," tambahnya.

Moskow dan Washington mendukung pihak berlawanan dalam perang saudara di Suriah yang telah berlangsung selama lima tahun itu.

De Mistura sendiri mengatakan bahwa gencatan senjata adalah prasyarat perundingan, namun Rusia menolak menghentikan pengeboman dari udara. Serangan pesawat tempur tersebut membantu pemerintah mengakhiri pengepungan tiga setengah tahun di kota Nubul dan al-Zahraa pada Rabu.

Pasukan pemerintah kini semakin dekat untuk menguasai kembali Aleppo, kota terbesar kedua di Suriah yang dekat dengan perbatasan Turki.

"Saya tidak bisa memahami kenapa serangan udara ini harus dihentikan," kata Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, yang mengatakan bahwa targetnya adalah gerilyawan jaringan al Qaeda.

Sementara itu di sisi lain, delegasi dari kelompok oposisi Riad Hijab mengatakan bahwa tidak akan ada gencatan senjata sampai terbentuknya pemerintahan transisi tanpa Presiden Bashar al Assad.

Mengenai perseteruan Amerika Serikat dengan Rusia, pihak Moskow menuding Washington sebagai pendukung teroris karena membantu kelompok oposisi.

Sementara Washington menuding bahwa Moskow justru tidak pernah menarget kelompok bersenjata ISIS, melainkan gerilyawan yang didukung Amerika Serikat.

Pada Rabu, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat meminta pemerintah Suriah untuk menghentikan sementara serangan di wilayah oposisi, terutama Aleppo dan membubarkan pengepungan terhadap pemukiman warga sipil sebagaimana resolusi Dewan Keamanan PBB.

Di sisi lain, PBB menyatakan bahwa ratusan keluarga terpaksa mengungsi akibat serangan udara dengan frekuensi paling besar dalam dua hari terakhir. Tiga relawan kemanusiaan meninggal.

Menanggapi keputusan PBB untuk menghentikan perundingan, Menteri Luar Negeri Prancis Fabius Laurent menuding Bashar dan sekutunya telah merusak upaya perdamaian.

Dari pihak pemerintah, kepala delegasi Bashar al-Ja'fari menuding bahwa oposisi menghentikan perundingan karena kalah di medan pertempuran.

"Perkembangan di medan pertempuran adalah hal krusia," kata dia sambil menuding de Mistura sebagai pihak yang memberi oposisi alasan politik.

Aleppo, yang terletak 50 km selatan perbatasan Turki, adalah kota dengan jumlah penduduk terbesar di Suriah sebelum perang. Sejak 2012, kota itu terbelah dalam dua zona yang dikuasai pemerintah dan gerilyawan.

Jika pemerintah berhasil merebut kembali kota tersebut, maka harapan menggulingkan Bashar semakin tipis.

Kelompok gerilyawan The Levan Front menyatakan bahwa pengepungan di Nubul dan Zahraa bubar setelah terjadinya sekitar 500 serangan udara dari pesawat tempur Rusia.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

  India Beli S-400 Rusia, Pakistan Uji Rudal Nuklir
International
Pakistan berhasil menguji coba peluru kendali (rudal) Ghauri yang dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir dengan jangk...
​Saudi, UEA dan Mossad Sekongkol Ingin Ganti Rezim Iran
International
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Duta Besar UEA untuk Washington Yousef al-Otaiba dan Direktur Mossad Yossi Cohen...
 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...
Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...
​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...