Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Pembantai 26 Jemaat Gereja Texas Juga Sempat Ancam Mertua

7 Nov. 2017, 9.23.41

Pembantai 26 Jemaat Gereja Texas Juga Sempat Ancam Mertua

​Sutherland Springs, Sentananews.com

Devin Patrick Kelley (27), pelaku penembakan massal di sebuah gereja di Texas tenggara, Amerika Serikat (AS) yang menewaskan 26 jemaat ternyata juga sempat mengancam ibu mertuanya melalui pesan tertulis.

Setelah membantai banyak jemaat First Baptist Church di Sutherland Springs pada hari Minggu, pria yang tidak mempunyai izin untuk memiliki senjata itu ditemukan tewas setelah melarikan diri dengan mobilnya. Namun belum jelas, apakah kematiannya akibat bunuh diri atau ditembak mati oleh polisi.

Menurut Freeman Martin dari Departemen Keamanan Publik Texas, meski tak punya izin memiliki senjata, Kelley bisa membeli empat senjata api. Penembakan massal itu kemungkinan besar dimotivasi oleh masalah domestik, bukan agama atau pun ras. "Ada situasi domestik yang terjadi di dalam keluarga dan mertuanya," katanya kepada wartawan.

Ia mengatakan, Kelley telah mengirim pesan teks kepada ibu mertuanya yang berisi ancaman. Kelley, lanjut Martin, beraksi dengan mengenakan topeng dan rompi balistik dengan baju besi di bagian depan.

Pejabat Sheriff Wilson Conty, Joe Tackitt, menambahkan bahwa Kelley merupakan bagian dari jemaat First Baptist Church selama bebeberap waktu.

Pejabat Bureau of Alcohol, Tobacco, Firearms (ATF), Fred Milanowski, mengatakan bahwa ada tiga senjata api ditemukan. Senjata Ruger 5.56 ditemukan di dalam gereja, sedangkan pistol Glock 9mm dan Ruger 0,22 ditemukan di dalam mobil pelaku.

Kelley pernah menjadi anggota Angkatan Udara AS, namun dipecat secara tidak hormat pada tahun 2012. Melalui pengadilan militer, dia dinyatakan bersalah menyerang istri dan anak pertamanya. Dia menikah kembali tahun 2014, namun status pernikahannya kini tidak jelas.

"Secara umum, jika seseorang memiliki catatan (pemecatan) yang tidak terhormat dari militer, mereka akan dilarang membeli senjata api," kata Milanowski, seperti dikutip dari CBS, Selasa (7/11).

Aksi Kelley di gereja juga menyebabkan 20 orang lainnya terluka. Korban tewas termuda adalah bayi berusia 18 bulan dan yang tertua adalah jemaat berusia 77 tahun.

Menurut pihak berwenang, aksi Kelley dihentikan oleh pria bernama Stephen Willeford, yang oleh publik Texas dianggap pahlawan. Willeford menembaki Kelley setelah 26 jemaat tewas. Willeford bahkan mengejar Kelley dengan truk ketika si pembantai massal itu melarikan diri dengan mobil.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Serangan AS ke Suriah Tambah Ketegangan di Timteng
International
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Dr Yon Machmudi mengatakan, serangan pasukan Amerika Serikat dan sekutun...
Amerika Serikat Mulai Serang Suriah
International
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan militer ke Suriah sebelum fajar menyingsing pada Sabtu, dan suara ledakan keras berg...
​Jadi Mata-mata Rusia, Estonia Penjarakan Dua Warga
International
Badan keamanan dalam negeri Estonia KaPo, Kamis, mengumumkan dalam laporan tahunannya bahwa negara Baltik tersebut memenjarakan...
​Mensos Nilai Kearifan Lokal Jaga Kerukunan Antar Warga
International
Menteri Sosial Idrus Marham mengungkapkan bahwa fungsi Kearifan Lokal yang dimiliki masyarakat Asmat Papua dapat menjaga keruku...
Jet F-16 Israel Jatuh Ditembak Pasukan Suriah
International
Sebuah jet tempur F-16 milik Israel jatuh di bagian utara negara tersebut, Sabtu (10/2). Insiden ini terjadi karena "tembakan a...
Myanmar Bantah Laporan Soal Kuburan Massal
International
Laporan tentang keberadaan lima kuburan massal Rohingya di sebuah desa di Rakhine, wilayah perbatasan yang luluh lantak akibat ...
Trump: Departemen Kehakiman dan FBI Memihak Demokrat
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh para pemimpin Departemen Kehakimannya dan FBI bias secara politik dengan mem...
China Akan Perpanjang Jalan Sutra Lintasi Kutub Utara
International
China berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun gagasan mengembangkan jalur pengiriman melintasi Kutub Uta...
​Diancam Korut, AS Kerahkan 3 Bomber B-2 ke Guam
International
Guna mendukung misi "Bomber Assurance and Deterrence" Komando Pasifik AS, Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan tiga pesawat...