Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Penumpang Pesawat Mesir yang Dibajak Tiba di Bandara Kairo

30 Maret 2016, 10.44.46

Penumpang Pesawat Mesir yang Dibajak Tiba di Bandara Kairo

Kairo, Sentananews.com

Penumpang pesawat Mesir yang sebelumnya dibajak telah tiba di Bandar Udara Internasional Kairo pada Selasa malam (29/3).

Pada Selasa, semua 81 penumpang termasuk 21 orang asing dibebaskan di Siprus dan pembajaknya ditangkap.

Pesawat Airbus 320 milik EgyptAir sedang dalam penerbangan dari Iskandariyah menuju Kairo, sebelum dibajak oleh Seif-Eddin Mostafa, warga negara Mesir yang berusia 59 tahun dan mengenakan sabuk peledak palsu serta memaksa awak pesawat mendaratkan pesawat tersebut di Bandar Udara Larnaca di Siprus.

Pesawat itu membawa sebanyak 55 penumpang dan tujuh anggota awak ketika dibajak. Semua penumpang meliputi warga negara Mesir serta orang asing dari Amerika Serikat, Inggris, Belanda, Prancis, Italia, Yunani dan Suriah, kata Kepala Bandar Udara Borg Al-Arab di Iskandariyah kepada stasiun televisi Mesir.

Setelah pesawat tersebut mendarat di Bandar Udara Larnaca pada pukul 08.50 waktu setempat (12.50 WIB), pembajaknya membebaskan sebagian besar orang di dalam pesawat kecuali empat anggota awak dan tiga penumpang.

Dinas Penerbangan Sipil Mesir sebelumnya mengatakan pembajak itu telah mengancam akan meledakkan sabuk peledak yang melingkari tubuhnya, yang belakangan dipastikan sebagai peledak palsu oleh pihak berwenang Siprus setelah pria tersebut ditangkap.

Perdana Menteri Mesir Sherif Ismail, yang disertai oleh Menteri Penerbangan Sipil Sherif Fathy yang pada Selasa siang terbang ke Siprus bertemu dengan semua penumpang dan anggota awak penerbangan di bandar udara itu.

"Kebanyakan ahli keamanan kami mengkonfirmasi bahwa sabuk yang dipakai pembajak bukan peledak," kata Menteri Penerbangan tersebut kepada wartawan di bandar udara.

"Sabuk itu bukan peledak dan itu sebabnya tidak terlihat di mesin pemeriksa keamanan di bandar udara, tanpa bahan apa pun yang bisa dideteksi," ia menambahkan.

Menteri Pariwisata Mesir Mohamed Yahia mengatakan kepada Xinhua yang dipantau di Jakarta, Rabu pagi (30/3) peristiwa tersebut memiliki "tanda positif" sebab itu memperlihatkan reaksi cepat dan profesional petugas keamanan Mesir.

"Dalam waktu beberapa jam, kami berhasil menyelamatkan semua penumpang dan tak seorang pun cedera, sedangkan pembajaknya ditangkap," kata Menteri tersebut. Ia menambahkan itu adalah kesaksian buat sistem keamanan Mesir dan pesan bahwa Mesir aman.

Menurut beberapa laporan resmi Mesir, peristiwa itu tidak berkaitan dengan terorisme dan bahwa pembajak tersebut adalah "penipu dan pemalsu" yang menghadapi tuntutan yang layak di pengadilan.

Kementerian Dalam Negeri mengatakan di dalam satu pernyataan pada Selasa bahwa pria tersebut memiliki mantan istri, yang berkebangsaan Siprus. Ia pernah dihukum selama tahun penjara tapi melarikan diri di tengah kerusuhan politik pada 2011, lalu kembali ke penjara pada Januari 2014 dan dibebaskan tahun lalu.

Editor: Aditya Pratomo


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...
Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...
​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...
​Lagi AS Bombardir Basis Al-Qaeda di Libya
International
Komando Amerika Serikat (AS) di Afrika atau AFRICOM menyatakan mereka kembali melakukan serangan terhadap basis al-Qaida di sem...