Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​

7 Feb. 2019, 10.50.29

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​

Washington, sentananews.com

Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam misi, tetapi perubahan taktik terhadap kelompok yang masih harus dianggap sebagai ancaman.

"Di era baru ini, penegakan hukum setempat dan berbagi informasi akan menjadi sangat penting, dan perjuangan kita tidak harus selalu dipimpin oleh militer," kata Pompeo dikutip AP, Kamis (07/2/2019).

"Pengumuman Trump bukan akhir dari perjuangan Amerika. Pertarungan adalah pertarungan yang akan kami teruskan bersama Anda," tambah dia.

Kendati demikian, pejabat senior militer AS mengaku kepada Kongres pada hari Rabu bahwa penarikan pasukan dari Suriah akan mempersulit misi mereka.

Owen West, asisten menteri pertahanan untuk operasi khusus, mengatakan kepada Komite Angkatan Bersenjata Senat AS bahwa dia keberatan dengan keputusan Trump seperti yang dirasakan James Mattis, menteri pertahanan AS yang mengundurkan diri karena memprotes penarikan pasukan Amerika.

Ketika ditanya seorang politisi apakah dia pikir Mattis salah untuk tidak setuju dengan penarikan pasukan Amerika dari Suriah, West menjawab; "Tidak."

Pada sidang Senat yang sama, Mayor Jenderal James Hecker, wakil direktur operasi untuk Kepala Staf Gabungan mengatakan penarikan itu berarti akan sulit untuk menjaga tekanan pada ISIS.

Sebelumnya, Presiden AS, Donald J Trump menegaskan, bahwa kelompok Islamic State atau ISIS diperkirakan akan lenyap dari semua wilayah Irak dan Suriah dalam seminggu ke depan.

Menurut Trump, pihaknya tidak akan menyerah untuk memerangi sisa-sisa kelompok ekstremis itu meski pasukannya ditarik dari Suriah.

Ia mengatakan hal ini kepada perwakilan dari 79 anggota koalisi internasional anti-ISIS yang dipimpin AS bahwa para militan ISIS hanya mengendalikan sebagian kecil dari wilayah luas yang sebelumnya diklaim kelompok itu sebagai "kekhalifahan" mereka.

"Harus diumumkan secara resmi, mungkin minggu depan, kita akan memiliki 100 persen 'kekhalifahan'," kata Trump pada Rabu waktu setempat.

Para pejabat AS mengatakan dalam beberapa pekan terakhir bahwa ISIS telah kehilangan 99,5 persen wilayahnya. Menurut mereka, kelompok itu kini hanya mengendalikan wilayah kurang dari lima kilometer persegi di Suriah, tepatnya di desa-desa Lembah Sungai Eufrat Tengah.

Trump mengatakan kepada pertemuan anggota koalisi di Departemen Luar Negeri AS bahwa untuk sementara sisa-sisa dari kelompok itu masih berbahaya. Namun, dia tetap bertekad untuk membawa pulang pasukan AS dari Suriah.

Dia meminta anggota koalisi untuk melangkah dan melakukan tugas sebagai bagian yang adil dalam perang melawan terorisme.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...
​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi
International
Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ...