Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Presiden Baru Korsel Tarik Buku Teks Sejarah Negara

14 Mei 2017, 7.45.57

​Presiden Baru Korsel Tarik Buku Teks Sejarah Negara

Seoul, Sentananews.com

Presiden baru Korea Selatan Moon Jae-in menarik buku teks sejarah keluaran pemerintahan pendahulunya, menyatakan buku itu mewakili pandangan yang "sudah usang dan sepihak" tentang masa lalu.

"Sebagai upaya untuk menormalisasi pendidikan sejarah, Presiden memerintahkan peniadaan buku teks susunan pemerintah," kata juru bicara kepresidenan Yoon Young-Chan, menambahkan bahwa buka itu "melambangkan pendidikan sejarah yang ketinggalan jaman dan sepihak dan ditujukan untuk memecah belah rakyat."

Moon yakin "pendidikan sejarah tidak lagi digunakan untuk tujuan politik," kata Yoon sebagaimana dikutip kantor berita AFP.

Pemerintah sebelumnya awalnya berencana membuat buku teks susunan negara itu sebagai satu-satunya pilihan yang ada bagi pendidik, tetapi kemudian sekolah dapat memilih antara buku tersebut dan buku teks yang disetujui dari penerbit komersial.

Pemerintahan Park Geun-Hye memperkenalkan buku teks sejarah negara untuk sekolah menengah dan atas, dengan alasan buku yang sudah ada mencerminkan ideologi mengarah ke kiri dan pro-Korea Utara.

Pemerintahan konservatif Park mulai memublikasikan buku teks baru itu tahun ini meski mendapat tentangan dari para kritikus liberal, yang menganggapnya sebagai upaya untuk memuliakan kediktatoran Park Chung-Hee, mendiang ayah Park Geun Hye.@

Editor: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Mensos Nilai Kearifan Lokal Jaga Kerukunan Antar Warga
International
Menteri Sosial Idrus Marham mengungkapkan bahwa fungsi Kearifan Lokal yang dimiliki masyarakat Asmat Papua dapat menjaga keruku...
Jet F-16 Israel Jatuh Ditembak Pasukan Suriah
International
Sebuah jet tempur F-16 milik Israel jatuh di bagian utara negara tersebut, Sabtu (10/2). Insiden ini terjadi karena "tembakan a...
Myanmar Bantah Laporan Soal Kuburan Massal
International
Laporan tentang keberadaan lima kuburan massal Rohingya di sebuah desa di Rakhine, wilayah perbatasan yang luluh lantak akibat ...
Trump: Departemen Kehakiman dan FBI Memihak Demokrat
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh para pemimpin Departemen Kehakimannya dan FBI bias secara politik dengan mem...
China Akan Perpanjang Jalan Sutra Lintasi Kutub Utara
International
China berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun gagasan mengembangkan jalur pengiriman melintasi Kutub Uta...
​Diancam Korut, AS Kerahkan 3 Bomber B-2 ke Guam
International
Guna mendukung misi "Bomber Assurance and Deterrence" Komando Pasifik AS, Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan tiga pesawat...
​Pangkalan Diserang Drone, Rusia 'Bidik' AS
International
Adnya serangkain serangan drone terhadap pangkalan militernya di Suriah baru-baru ini, Rusia memerlukan bantuan dari negara yan...
​Turki: Iran-Rusia Harus Penuhi Tanggung Jawab di Suriah
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu meminta pemerintah Iran dan Rusia memiliki tanggung jawab di Suriah. Dia mendesak k...
CIA: Rusia terlibat Kacaukan Pemilu AS
International
Rusia ditundinf mencoba mengacaukan pemilihan umum di AS, yang selanjutnya akan dilaksanakan pada November dengan pemilihan ang...