Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Presiden Trump Pecat Direktur FBI

11 Mei 2017, 6.08.51

​Presiden Trump Pecat Direktur FBI

Washington, Sentananews.com

Presiden AS Donald Trump telah memecat Direktur Biro Penyelidikan Federal (FBI) James Comey, setelah masa tugasnya berakhir.

"Hari ini, Presiden Donald J. Trump memberitahu Direktur FBI James Comey bahwa masa tugasnya telah berakhir dan ia dicopot dari jabatan," kata Gedung Putih di dalam satu pernyataan pada Selasa (9/5).

Menurut pernyataan tersebut, Presiden Trump bertindak berdasarkan saran jelas dari Wakil Jaksa Penuntut Umum Rod Rosenstein dan Jaksa Agung Jeff Sessions.

"FBI adalah salah satu lembaga yang dihormati dan dihargai di negeri ini, dan hari ini menandai awal baru bagi permata mahkota penerapan hukum kita," kata pernyataan tersebut, yang mengutip Trump.

Proses pemilihan direktur baru FBI sedang berlangsung. Di dalam surat yang dikirim kepada Comey pada Selasa pagi, sebagaimana dilaporkan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu siang, Trump mengatakan ia bertindak atas saran dari jaksa agung dan wakil jaksa agung.

"Meskipun saya sangat menghargai Anda karena memberitahu saya, dalam tiga kesempatan terpisah, bahwa saya tidak sedang diperiksa, namun saya setuju dengan penilaian dari Departemen Kehakiman bahwa Anda tak bisa secara efektif memimpin biro tersebut," kata Trump di dalam surat itu.

"Mendasar bahwa kami menemukan pemimpin baru buat FBI, yang memulihkan keyakinan dan kepercayaan masyarakat dalam misi penerapan hukumnya yang penting," katanya.

Di dalam surat kepada Sessions yang menyampaikan pemecatan Comey, Rosenstein berkata, "Saya tak bisa membela cara direktur menangani kesimpulan penyelidikan surel Menteri (Hillary) Clinton, dan saya tidak memahami penolakannya untuk menerima baik penilaian universal bahwa ia keliru."

Rosenstein, yang juga adalah atas langsung Comey, mengatakan, "FBI tak mungkin mendapatkan kembali kepercayaan Kongres dan masyarakat sampai lembaga itu memiliki seorang direktur yang memahami besarnya kekeliruan dan janji tak pernah mengulanginya. Setelah menolak untuk mengakui kekeliruannya, direktur tersebut tak bisa diharapkan untuk melaksanakan tindakan korektif yang diperlukan."

Sessions kemudian menyerahkan saran kepada Trump, dan menambahkan ia telah "menyimpulkan bahwa awal baru diperlukan di tampuk pimpinan FBI ... Direktur FBI harus lah seseorang yang mengikuti dengan penuh kepercayaan peraturan dan prinsip Departemen Kehakiman".

Comey diangkat sebagai Direktur FBI pada 2013, dan terlibat kontroversi selama pemilihan presiden pada 2016, setelah ia mengumumkan penyelidikan mengenai surel calon dari Partai Demokrat Hillary Clinton beberapa hari sebelum hari pencoblosan. Hillary menyatakan sebagian tindakan itu menjadi penyebab kekalahnanya.

Pemecatan Comey membuat terkejut banyak orang yang bekerja di dalam FBI, dan telah memicu kecaman dari kubu Demokrat. Comey, yang sebelumnya dijadwalkan berbicara dalam satu acara di Los Angeles pada Selasa malam, dilaporkan ia mengetahui pemecatannya dari televisi.

"Anda membuat kesalahan besar," kata pemimpin kubu minoritas Senator Chuck Schumer di dalam satu pernyataan. Ia menyatakan pemecatan Comey adalah bagian dari upaya oleh pemerintah Trump untuk "menutupi" setiap kesalahan berkaitan dengan penyelidikan yang berhubungan dengan Rusia.

Bob Casey, Senator lain dari Demokrat, mengatakan pemecatan Comey adalah "Nixonian"; ia mengutip peristiwa pada 1973, ketika presiden AS saat itu Richard Nixon memecat jaksa pidana khusus Archibald Cox sehubungan dengan Skandal Watergate.

Comey adalah direktur kedua FBI yang telah dipecat dari jabatan. Mantan presiden Bill Clinton memecat direktur FBI William Sessions pada 1993.@

Editor: Syarief Lussy



To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Pembantai 26 Jemaat Gereja Texas Juga Sempat Ancam Mertua
International
Devin Patrick Kelley (27), pelaku penembakan massal di sebuah gereja di Texas tenggara, Amerika Serikat (AS) yang menewaskan 26...
Weah Berpeluang Jadi Presiden Liberia
International
Sebagai pesepakbola dunia George Weah memiliki prestasi yang lengkap. Kini Weah makin dekat mencapai kursi Presiden Liberia, ne...
Markas Polisi Swedia Dihantam Ledakan
International
Sebuah markas polisi di Kota Helsinborg, Swedia dilanda ledakan, namun tidak ada orang terluka dalam insiden ini.Kendati demiki...
ISIS Sudah Kehilangan 87 Persen Wilayah
International
ISIS telah kehilangan hampir 90 persen wilayah yang mereka kuasai tahun 2014, ketika kelompok itu mendeklarasikan "kekhalifahan...
 Pesawat Mendarat Darurat, 300 Penumpang Selamat
International
Satu pesawat penumpang Pakistan International Airlines (PIA) melakukan pendaratan darurat di Provinsi Punjab, bagian timur nege...
Bangladesh Tuding Miyanmar Provokasi Perang
International
Perdana Menteri (PM) Bangladesh, Sheikh Hasina menuduh negara tetangganya Myanmar memprovokasi sebuah perang di tengah krisis p...
Istana Saudi di Jeddah Diserang, 2 Penjaga Tewas
International
Istana Kerajaan Arab Saudi di Jeddah diserang seorang pria bersenjata yang diidentifikasi sebagai Saudi sendiri. Pria bernama M...
AS Tak Akui Referendum Kemerdekaan Kurdi
International
Amerika Serikat "tidak mengakui" referendum kemerdekaan "sepihak" Kurdi Irak dan meminta semua pihak tidak menggunakan kekerasa...
Irak Siap Ambil Kendali Wilayah Perbatasan Kurdi
International
Kementerian Pertahanan Irak pada Jumat menegaskan, akan mengambil kendali batas wilayah mandiri Kurdistan "dalam koordinasi" de...