Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela

3 Feb. 2019, 6.07.28

​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela

Teheran, Sentananews.com

Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezuela.

"Kami percaya bahwa rakyat Venezuela, dengan persatuan dan solidaritas bersama dengan pemerintah, akan menggagalkan plot ini seperti yang telah mereka lakukan sebelumnya," kata Rouhani pada pertemuan dengan Duta Besar Venezuela yang baru Carlon Antonio Alcala Cordones, yang menyerahkan surat kepercayaannya kepada pemimpin Iran di Teheran.

Seperti diketahui, AS, Kanada, dan sebagian besar negara Amerika Latin telah mengakui Guaido, presiden Majelis Nasional, sebagai pemimpin sah Venezuela, tetapi sejauh ini Maduro menolak seruan untuk mundur.

Sebaliknya, Maduro menuduh AS mengatur kudeta terhadap pemerintahnya. Namun ia mengatakan terbuka untuk berdialog dengan oposisi, tetapi bukan menggelar pemilu nasional yang baru.

Rusia dan China sama-sama menentang seruan AS untuk mendukung Guaido, dan mengutuk setiap campur tangan internasional dalam urusan Venezuela. Turki dan Iran juga menaruh perhatian pada Maduro.

AS telah memimpin kampanye internasional untuk menerapkan tekanan ekonomi dan diplomatik pada Maduro, termasuk memberikan sanksi kepada perusahaan minyak milik negara dan usaha patungan dengan mitra Nikaragua. Negara adidaya ini juga telah memperingatkan dampak serius jika Guaido dilukai.

Rouhani mengatakan AS menentang semua revolusi populer dan negara-negara merdeka serta ingin mendikte dominasinya di seluruh dunia. "Duta Besar Venezuela yang baru, pada bagiannya, memuji dukungan dari pemimpin Iran," kutip Anadolu dari IRNA, Minggu (3/2/2019).

Venezuela telah diguncang oleh aksi protes sejak 10 Januari lalu ketika Presiden Nicolas Maduro dilantik untuk masa jabatan kedua setelah pemungutan suara yang diboikot oleh oposisi.

Ketegangan meningkat pada 23 Januari ketika Juan Guaido menyatakan dirinya sebagai presiden sementara.

Guaido kemudian menyerukan aksi protes baru pada hari Sabtu untuk menuntut Maduro menyerahkan kekuasaan setelah seminggu protes massa sporadis. Aksi demonstrasi terakhir berlangsung pada hari Rabu lalu bertepatan dengan deklarasi Guaido sebagai presiden sementara.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...
​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi
International
Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ...