Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Saudi, UEA dan Mossad Sekongkol Ingin Ganti Rezim Iran

27 Sep. 2018, 17.44.42

​Saudi, UEA dan Mossad Sekongkol Ingin Ganti Rezim Iran

New York, Sentananews.com

Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Duta Besar UEA untuk Washington Yousef al-Otaiba dan Direktur Mossad Yossi Cohen menggelar pertemuan di New York AS dengan salah satu agenda adalah menyerukan penggulingan rezim Iran..

Mereka berbicara bersama Penasihat Keamanan Nasional AS John Bolton dan Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo. Mereka menilai, Republik Islam Iran tidak mungkin berubah atas kemauannya sendiri.

"Kecuali tekanan internal sangat kuat, saya tidak percaya mereka akan terbuka," kata Jubeir pada konferensi United Against Nuclear Iran (UANI) di New York City. Konferensi itu dihadiri oleh negara-negara yang menentang kesepakatan nuklir Iran 2015 yang bernama resmi Joint Comprehensive Plan of Action (JCPOA).

"Bagaimana kita bisa bernegosiasi dengan negara yang ingin membunuh kita," kata Jubeir dalam pernyataan yang dirilis surat kabar UEA, The National.

Para pejabat Saudi dan Emirat menyambut keputusan Washington untuk membatalkan JCPOA 2015. Dalam perjanjian JCPOA, Iran bersedia untuk mengekang program nuklirnya dengan imbalan pencabutan sanksi.

Dubes Yousef al-Otaiba mengatakan tekanan eksternal diperlukan dan akan menjadi kunci dalam mengubah arah Iran.

"Saya pikir setiap kalibrasi ulang kebijakan luar negeri Iran akan datang dari kebijakan eksternal," kata Otaiba, yang menambahkan bahwa isolasi Teheran harus didukung oleh kekuatan Eropa, negara-negara Asia, serta Amerika Serikat.

"Jika misil diluncurkan di Arab Saudi dan UEA apa reaksi yang akan terjadi dan bagaimana kita akan dipertahankan?" kata diplomat Emirat tersebut.

"Saya menanyakan itu secara hipotetis, tetapi itu tidak benar-benar hipotetis. Negara-negara Teluk, Israel, dan negara-negara di sekitar adalah orang-orang yang berisiko langsung."

Otaiba mengatakan Iran sedang mengatur dalam pengambilalihan pemerintahan di Yaman melalui pemberontak Houthi.

"Kami memiliki kepentingan untuk memastikan apa yang terjadi di Lebanon tidak terjadi di Yaman," kata Otaiba, yang menyalahkan Iran atas perundingan perdamaian Yaman yang gagal di Jenewa.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

  India Beli S-400 Rusia, Pakistan Uji Rudal Nuklir
International
Pakistan berhasil menguji coba peluru kendali (rudal) Ghauri yang dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir dengan jangk...
 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...
Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...
​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...
Papua Nugini Rusuh, Pemerintah Tetapkan Keadaan Darurat
International
Papua Nugini mengumumkan keadaan darurat, membekukan pemerintah provinsi dan mengirim pasukan bersenjata untuk memulihkan keter...