Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Sekjen PBB Kutuk Serangan Koalisi Arab Saudi

17 Maret 2016, 10.58.05

Sekjen PBB Kutuk Serangan Koalisi Arab Saudi

Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki-moon

​PBB, Sentananews.com/Xinhua-OANA

Sekretaris Jenderal PBB Ban Ki-moon pada Rabu (16/3) mengutuk serangan udara yang dilancarkan oleh pesawat koalisi pimpinan Arab Saudi terhadap satu pasar terkenal, di sebelah utara Ibu Kota Yaman, Sana'a.

Serangan tersebut menewaskan tak kurang dari 65 warga sipil dan melukai 55 orang lagi. Serangan udara itu menghantam Pasar Al-Khamees di Kabupaten Mastaba di Provinsi Hajjah pada siang hari, saat orang berkerumun di pasar rakyat itu.

"Peristiwa ini adalah salah satu yang paling mematikan dan dilaporkan menewaskan serta melukai sejumlah warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak sejak awal konflik," kata Ban di dalam satu pernyataan yang disiarkan oleh juru bicaranya.

Ban menggaris-bawahi kepada semua pihak "sangat perlunya" untuk sepenuhnya menghormati kewajiban mereka sesuai dengan hukum hak asasi manusia dan kemanusiaan internasional, demikian laporan Xinhua yang dipantau Sentana di Jakarta, Kamis pagi (17/3).

Menurut pernyataan itu, ia mengatakan, "Serangan yang ditujukan kepada warga sipil dan sasaran sipil, termasuk pasar rakyat, sangat dilarang." Ban, yang meminta dilakukannya penyelidikan yang tepat dan efektif mengenai peristiwa semacam itu, juga mendesak semua pihak dalam konflik tersebut untuk menghentikan kegiatan militer dan menyelesaikan semua perbedaan dalam babak baru perundingan perdamaian yang difasilitasi PBB.

Yaman telah ternoda dalam perang saudara habis-habisan sejak September 2014, ketika kelompok Syiah Al-Houthi yang didukung oleh pasukan yang setia kepada mantan presiden Ali Abdullah Saleh menyerbu Ibu Kota Yaman, Sana'a, dan mengusir Presiden Abd Rabbu Mansour Hadi ke pengasingan. Perang itu telah menewaskan hampir 6.000 orang, kebanyakan warga sipil.

Koalisi pimpinan Arab Saudi memulai pemboman udara setiap hari terhadap gerilyawan Al-Houthi dan pasukan sekutu mereka sejak Maret 2015, dan berikrar akan mengusir gerilyawan dan merebut kembali Sana'a.

Editor : Andrew Santiago


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...