Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Serangan AS ke Suriah Tambah Ketegangan di Timteng

14 April 2018, 22.14.17

​Serangan AS ke Suriah Tambah Ketegangan di Timteng

Jakarta, sentananews.com

Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Dr Yon Machmudi mengatakan, serangan pasukan Amerika Serikat dan sekutunya ke Suriah diprediksi menambah ketegangan di kawasan Timur Tengah.

Menurut dia, serangan AS ini akan menambah ketegangan di kawasan dan meningkatkan eskalasi konflik. "Lagi-lagi rakyat Suriah yang terus menjadi korban. Ini karena serangan AS tidak malah membuat regim Bashar Asad mengendorkan operasinya terhadap kelompok oposisi bersenjata di Suriah, tetapi malah sebaliknya mendorongnya semakin keras melakukan serangan balasan kepada musuh-musuhnya," katanya di Jakarta, Sabtu.

Seperti diketahui, pada Sabtu menjelang subuh, Amerika Serikat akhirnya benar-benar merealisasikan ancamannya dengan melakukan pengeboman di tiga sasaran fasilitas militer baik di Damaskus maupun Homs.

Awalnya ancaman AS itu dianggap pihak Suriah sebagai gertakan saja. Namun Presiden Donald Trump ternyata benar-benar memerintahkan penyerangan itu. Serangan 10 rudal yang menewaskan sekitar 40 korban itu memang ditujukan untuk melumpuhkan fasilitas-fasilitas militer yang diduga digunakan untuk memproduksi senjata kimia berbahaya. Rusia pun dikabarkan telah bereaksi keras terhadap serangan AS ini.

Yon Machmudi, yang juga Ketua Program Studi Pascasarjana Kajian Timur Tengah dan Islam, Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia itu, meniloai serangan AS itu memiliki dua dimensi.

Pertama, berkaitan dengan ketegangan AS dan sekutunya dengan Rusia yang belakangan ini semakin memuncak yang ditandai dengan pengusiran diplomat Rusia di negara-negara Eropa dan Amerika. Tindakan pengusiran pun dibalas oleh Rusia dengan melakukan aksi serupa.

Karenanya, kata dia, Suriah hanya dijadikan sebagai "battle field" untuk menarik perang itu ke kawasan Timur Tengah yaitu di Suriah.

"Biar bagaimanapun Suriah adalah sekutu utama Rusia di Timur Tengah. Hukuman kepada Suriah pada hakekatnya merupakan hukuman kepada Rusia. Konflik ini akan semakin meluas jika Rusia terpancing untuk semakin dalam terlibat dalam perang di Suriah dan membantu regim Asad membalas serangan AS," katanya.

Kedua, di samping berkaitan langsung dengan Suriah, serangan ini juga bermaksud untuk mengalihkan perhatian dunia Islam terhadap tindakan represif Israel baru-baru ini terhadap para peserta aksi demonstrasi damai di Gaza yang mengakibatkan tujuh warga palestina terbunuh dan ribuan mengalami luka tembak.

Tindakan brutal Israel ini telah menimbulkan kemarahan besar para pendukung palestina dan semakin melemahkan posisi AS yang mendukung Israel terutama dalam hal dukungan kepada kepada Yerusalem sebagai ibukota Israel.

"Untuk mengurangi kebencian yang meluas kepada Israel karena tindakan-tindakan Israel ini, serangan AS kali ini nampaknya juga memiliki dimensi ke sana. Selalu ketika Israel melakukan tindakan brutal, AS berusaha meredamnya dengan mencari simpati yang lain. Sebaliknya jika AS melakukan serangan ke salah satu negara di Timur Tengah, maka Israel diminta untuk tidak melakukan tindakan-tindakan yang menciptakan kebencian baru kepada AS," kata Yon.

Yon Machmudi mengkhawatirkan serangan AS ini akan memicu peperangan yang lebih besar karena menyangkut ketegangan yang memuncak antara AS dan Rusia. Iran sendiri telah mengancam akan konsekuensi regional dari serangan AS ini.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

Amerika Serikat Mulai Serang Suriah
International
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan militer ke Suriah sebelum fajar menyingsing pada Sabtu, dan suara ledakan keras berg...
​Jadi Mata-mata Rusia, Estonia Penjarakan Dua Warga
International
Badan keamanan dalam negeri Estonia KaPo, Kamis, mengumumkan dalam laporan tahunannya bahwa negara Baltik tersebut memenjarakan...
​Mensos Nilai Kearifan Lokal Jaga Kerukunan Antar Warga
International
Menteri Sosial Idrus Marham mengungkapkan bahwa fungsi Kearifan Lokal yang dimiliki masyarakat Asmat Papua dapat menjaga keruku...
Jet F-16 Israel Jatuh Ditembak Pasukan Suriah
International
Sebuah jet tempur F-16 milik Israel jatuh di bagian utara negara tersebut, Sabtu (10/2). Insiden ini terjadi karena "tembakan a...
Myanmar Bantah Laporan Soal Kuburan Massal
International
Laporan tentang keberadaan lima kuburan massal Rohingya di sebuah desa di Rakhine, wilayah perbatasan yang luluh lantak akibat ...
Trump: Departemen Kehakiman dan FBI Memihak Demokrat
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh para pemimpin Departemen Kehakimannya dan FBI bias secara politik dengan mem...
China Akan Perpanjang Jalan Sutra Lintasi Kutub Utara
International
China berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun gagasan mengembangkan jalur pengiriman melintasi Kutub Uta...
​Diancam Korut, AS Kerahkan 3 Bomber B-2 ke Guam
International
Guna mendukung misi "Bomber Assurance and Deterrence" Komando Pasifik AS, Militer Amerika Serikat (AS) mengerahkan tiga pesawat...
​Pangkalan Diserang Drone, Rusia 'Bidik' AS
International
Adnya serangkain serangan drone terhadap pangkalan militernya di Suriah baru-baru ini, Rusia memerlukan bantuan dari negara yan...