Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

Serbu 2 Bank, Geng Perampok di Brasil Tewaskan 12 Warga

9 Des. 2018, 10.01.51

Serbu 2 Bank, Geng Perampok di Brasil Tewaskan 12 Warga

Milagres, sentananews.com

Polisi di wilayah timur laut Brasil berhasil menggagalkan aksi geng perampok bersenjata yang menyerang dua bank di kota Milagres. Namun sebanyak 12 orang terasuk enam sandera tewas dan belum jelas peluru siapa yang menewaskan para sandera.

Menurut Walikota setempat, Lielson Landim, lima dari sandera yang tewas adalah anggota dari keluarga yang sama, termasuk dua anak. "Para korban baru kembali dari bandara terdekat ketika beberapa perampok menangkap mereka," katanya kepada surat kabar Folha de Sao Paulo.

Sekretaris keamanan di negara bagian Ceara, Andre Costa, mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa penyelidikan sedang dilakukan untuk mengidentifikasi mereka yang terbunuh dan kondisi kematian mereka.

Costa tidak mengatakan peluru siapa yang membunuh para sandera itu. Landim sebelumnya mengatakan bahwa, berdasarkan informasi awal, dia memahami bahwa para penjahat membunuh para sandera dan polisi membunuh para penjahat. Menurut kantor Costa, dua tersangka telah ditangkap.

"Suatu kelompok bersenjata berat tiba di kota pada jam-jam awal dan pergi ke pusat di mana mereka mencoba melakukan kejahatan. Terjadi baku tembak antara para tersangka dan polisi," kata Costa, yang dilansir Sabtu (8/12).

Menurut laporan media lokal, enam anggota geng perampok berada di antara 12 orang yang tewas. Berbagai senjata dan bahan peledak serta tiga kendaraan yang digunakan dalam serangan terhadap dua bank telah ditemukan.

Sementara situs berita G1 melaporkan, para perampok telah memblokir jalan dengan sebuah truk dan menghentikan mobil yang membawa keluarga, termasuk kerabat yang baru saja tiba dengan penerbangan dari Sao Paulo untuk merayakan Natal bersama.

G1 melaporkan bahwa para perampok mengeksekusi para sandera ketika polisi muncul. Beberapa anggota geng berhasil melarikan diri.

"Saya belum pernah melihat yang seperti ini. Saya tinggal di dalam rumah, meringkuk dan takut. Saya mendengar orang-orang berteriak dan menangis. Itu mengerikan," kata warga setempat, Mendonca de Santa Helena.

Lantaran terguncang oleh kekerasan, kota Milagres menghentikan sebagian besar kegiatannya pada hari Jumat dan meminta warga untuk tinggal di rumah sampai ada pemberitahuan lebih lanjut.

Brasil adalah salah satu negara paling kejam di dunia, dengan hampir 64.000 pembunuhan terjadi sepanjang tahun lalu. Tingkat pembunuhan di negara itu adalah 30,8 per 100.000 penduduk yang berarti tiga kali lebih tinggi daripada tingkat yang dianggap PBB sebagai kekerasan endemik.

Editor: Syarief


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...