Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi

16 Des. 2018, 23.45.55

​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi

Doha, Sentananews.com

Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ditegaskan oleh Menteri Luar Negeri Iran, Mohammad Javad Zarif.

"Kami tidak pernah memberikan senjata kepada Houthi. Mereka memiliki senjata yang cukup, mereka tidak membutuhkan senjata dari Iran," kata Zarif pada konferensi kebijakan Forum Doha di Qatar

Dikatakan oleh Zarif bahwa selama ini yang ada hanya dugaan bahwa Iran telah mengirim senjata ke Yaman, sedangkan faktanya adalah ada negara lain yang telah mengirimkan senjata.

"Saya tidak perlu menunjukkan bukti apa pun tentang jet yang terbang di Yaman yang membom Yaman. Itu adalah jet buatan Amerika dan itu adalah pesawat tempur Saudi, saya kira, yang mengemudikan jet-jet itu," ujar Zarif.

"Jika ada tuduhan tentang senjata Iran, ada fakta-fakta tentang senjata AS, fakta-fakta tentang Saudi membom Yaman dengan menakutkan," tambahnya seperti dikutip dari AFP, Minggu (16/12).

Zarif juga mengatakan AS dan sekutunya, Arab Saudi, bertanggung jawab atas "mimpi buruk kemanusiaan" di Yaman yang dilanda perang. Dia juga menuduh Riyadh mencari "ketegangan" dengan Iran.

PBB dalam sebuah laporan menuturkan, dua unit peluncur untuk peluru kendali anti-tank yang ditemukan oleh koalisi Arab di Yaman, tampaknya telah diproduksi di Iran selama 2016 dan 2017.

Koalisi Arab melakukan intervensi pada tahun 2015, mendukung pemerintah sah Abedrabbo Mansour Hadi memerangi milisi Houthi yang bersekutu Iran. Kaum Houthi telah dikenakan embargo senjata terpisah sejak 2015. Iran telah berulang kali membantah memasok senjata ke Houthis.

AS telah dengan keras dan tidak berhasil mendorong PBB untuk meminta pertanggungjawaban Iran atas tuduhan bahwa mereka ikut campur dalam perang di Suriah dan Yaman dan di tempat lain di Timur Tengah.

Perang di Yaman dimulai pada tahun 2014 antara pemerintah Abd-Rabbu Mansour Hadi, yang mendapat dukungan dari koalisi Saudi yang didukung AS, dan pemberontak Houthi yang didukung Iran. Sejak itu konflik menjadi krisis kemanusiaan, dengan puluhan ribu korban dan kelaparan parah yang mengancam nyawa jutaan warga sipil termasuk anak-anak.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Pompeo: Penarikan Pasukan AS dari Suriah Hanya Perubahan Taktik​
International
Menteri Luar Negeri AS Michael Pompeo mengatakan, bahwa penarikan pasukan AS seperti yang direncanakan bukan perubahan dalam mi...
Bendungan di Brasil Jebol, 115 Orang Tewas 248 Hilang
International
Jumlah korban tewas dalam insiden jebolnya bendungan di Kota Brumadinho, Brasil dilaporkan telah bertambah menjadi 115 orang pa...
​Rouhani Kecam 'Komplotan' AS di Kasus Venezuela
International
Presiden Iran, Hassan Rouhani, menuduh Amerika Serikat (AS) berkomplot melawan pemerintahan Nicolas Maduro dan rakyat di Venezu...
​Bunuh Lima Orang, Pria Bersenjata di Florida Serahkan Diri
International
Seorang pria bersenjata membunuh lima orang di sebuah bank di Florida tengah pada Rabu kemudian menghubungi polisi untuk mengab...
​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS
International
Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai sit...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...