Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS

24 Des. 2018, 0.24.34

​Telepon Erdogan Jadi Penyebab Mundurnya Menhan AS

Washington, sentananews.com

Panggilan telepon yang dilakukan Presiden Turki, Tayyip Erdogan kepada Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump mengenai situasi di Suriah disebut-sebut penyebab mundurnya Menteri Pertahanan AS, James Mattis.

Menurut seorang sumber di pemerintah AS, panggilan telepon itu dilakukan pada tanggal 14 Desember, hanya sehari setelah Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo dan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu setuju untuk meminta kedua presiden membahas ancaman Erdogan untuk memulai operasi militer terhadap milisi Kurdi yang didukung AS di Suriah.

Sumber mengklaim bahwa Trump, yang sebelumnya meyakinkan mitranya dari Turki untuk tidak menempatkan pasukan AS dalam bahaya, melakukan putar balik, sehingga berpihak pada Erdogan. Sementara Pompeo, Mattis, dan pejabat keamanan nasional lainnya mencoba untuk menghalangi.

"Poin pembicaraannya sangat tegas. Semua orang mengatakan mundur dan mencoba menawarkan (Turki) sesuatu yang merupakan kemenangan kecil, mungkin memegang wilayah di perbatasan, sesuatu seperti itu," kata sumber itu, yang berbicara dalam kondisi anonim, seperti dilansir Sputnik pada Minggu (23/12).

Erdogan diduga mengingatkan Trump bahwa dia beberapa kali mengatakan, bahwa satu-satunya alasan pasukan AS untuk mempertahankan kehadirannya di Suriah adalah untuk menghancurkan ISIS dan kelompok teroris itu telah hampir sepenuhnya dikalahkan.

Menurut sumber itu, Trump segera meminta Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton untuk menjelaskan mengapa pasukan Amerika tetap berada di Suriah jika kata-kata Erdogan benar.

Bolton konon mengatakan, bahwa poin presiden Turki telah didukung oleh Mattis, Pompeo, utusan khusus AS untuk Suriah, Jim Jeffrey dan utusan khusus untuk koalisi anti-ISIS, Brett McGurk, yang mengklaim bahwa teroris hanya mempertahankan satu persen dari wilayah mereka.

Trump, menurut sumber itu, berjanji untuk mundur, meninggalkan Bolton dan Erdogan dalam keadaan terkejut. Meskipun Erdogan memperingatkannya agar tidak melakukan penarikan dengan tergesa-gesa, Trump menegaskan kembali bahwa ia akan memenuhi janjinya saat pembicaraan mereka berakhir.

Seperti diketahui, Mattis secara tiba-tiba mengundurkan diri, pada hari Jumat lalu, setelah berbeda pendapat dengan Presiden Donald Trump terkait kebijakan luar negeri.

Kebijakan Trump yang mengejutkan antara lain penarikan pasukan AS dari Suriah dan Afghanistan. Pengumuman pengunduran diri Mattis itu dilakukan melalui surat pada Trump dengan menyebut semakin besarnya perbedaan antara keduanya.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

​Gelombang Panas Renggut Tujuh Nyawa di Australia
International
Gelombang panas yang mencengkeram Australia selama tujuh hari terakhir telah menyebabkan tujuh orang meninggal dunia. Gelombang...
​Pasukan AS Tinggalkan Pangkalan Suriah
International
Penarikan pasukan Amerika Serikat (AS) pertama telah meninggalkan sebuah pangkalan di Sutiah timur laut pasca Presiden Donald T...
​Amerika Serikat Dilanda Badai Salju
International
Badai salju selepas Natal mengakibatkan sedikitnya dua orang meninggal di Amerika Serikat (AS). Akibatnya ribuan wisatawan terj...
​Turki: Konstitusi Suriah Diatur Negara Lain
International
Menteri Luar Negeri Turki, Mevlut Cavusoglu melemparkan kritikan keras kepada negara-negara lain yang berusaha untuk merancang ...
​Teheran Bantah Persenjatai Kelompok Houthi
International
Teheran membantah telah mempersenjatai pemberontak Yaman, Houthi, yang memerangi pasukan pro-pemerintah di negara itu. Hal itu ...
​Peretasan China Terhadap AS Makin Marak
International
Pejabat intelijen Amerika Serikat mengatakan pada Selasa bahwa gerakan dunia maya China di Amerika Serikat meningkat dalam bebe...
Serbu 2 Bank, Geng Perampok di Brasil Tewaskan 12 Warga
International
Polisi di wilayah timur laut Brasil berhasil menggagalkan aksi geng perampok bersenjata yang menyerang dua bank di kota Milagre...
​AS Kecam Rusia Tangkap 3 Kapal Militer Ukraina
International
Pemerintah Amerika Serikat membela Ukraina dalam konflik terbaru dengan Rusia di pantai Crimea, Laut Azov. Washington mengataka...
​Trump dan Putin Bahas Perjanjian Senjata Nuklir di Paris
International
Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dan Prtesiden Rusia Vladimir Putin membahas sejumlah masalah, termasuk Traktat Pasu...