Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Terpengaruh Larangan ke AS, 26.000 Pengungsi Somalia Terlantar

2 Feb. 2017, 18.50.06

​Terpengaruh Larangan ke AS, 26.000 Pengungsi Somalia Terlantar

Nairobi, Sentananews.com

Sebanyak 26.000 pengungsi Somalia, yang menyelamatkan diri ke Kenya akibat pertempuran di negeri mereka dan telah berencana untuk bertransmigrasi ke Amerika Serikat, akhirnya terdampar akibat larangan perjalanan AS.

Seorang pejabat di Kantor Komisariat Tinggi PBB Urusan Pengungsi (UNHCR) di Kenya, Yvonne Ndege mengatakan, pengungsi yang terpengaruh (yang semuanya telah diperiksa oleh para pejabat AS dan PBB) telah menunggu selama lebih dari dua tahun bagi disetujuinya transmigrasi mereka.

Menurut dia, 13.000 pengungsi telah diwawancarai oleh para pejabat AS dan belum pergi setelah Presiden AS Donald Trump membekukan program suaka AS.

"Kami sangat berharap masalah ini akan diselesaikan dan AS akan melanjutkan peran kepemimpinan kuatnya dan tradisi lama dalam melindungi mereka yang menyelamatkan diri dari konflik dan penghukuman," kata Ndege kepada Xinhua.

Wanita pejabat itu mengatakan 26.000 pengungsi di Kenya berada dalam proses transmigrasi ke Amerika Serikat dan terpengaruh oleh larangan perjalanan, 14.500 dari mereka berasal dari Kamp Pengungsi Dadaab di bagian timur-laut Kenya.

Ndege mengatakan selain 13.000 pengungsi Somalia telah mengajukan permohonan transmigrasi ke Amerika Serikat, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Rabu malam. Proses transmigrasi itu muncul setelah Kenya mengumumkan penutupan Kamp Dadaab pada Mei 2016. Namun Nairobi membekukan tenggat tersebut selama enam bulan.

Editor: Syarief


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

  India Beli S-400 Rusia, Pakistan Uji Rudal Nuklir
International
Pakistan berhasil menguji coba peluru kendali (rudal) Ghauri yang dapat membawa hulu ledak konvensional dan nuklir dengan jangk...
​Saudi, UEA dan Mossad Sekongkol Ingin Ganti Rezim Iran
International
Menteri Luar Negeri Arab Saudi Adel al-Jubeir, Duta Besar UEA untuk Washington Yousef al-Otaiba dan Direktur Mossad Yossi Cohen...
 Parade Militer Iran Diserang Dua Pria Bersenjata, 8 Tewas
International
Dua pria bersenjata menyerang parade militer di kota Ahvaz, Iran barat daya, Sabtu (22/9). Serangan tersebut menewaskan sedikit...
Bawa Rudal Berpandu, Kapal Perang AS Masuk Laut Hitam
International
Kapal perang Amerika Serikat (AS), USS Carney, yang membawa peluru kendali (rudal) berpandu telah memasuki Laut Hitam. Armada K...
China Tahan Sejuta Warga Uighur di Kamp Rahasia
International
Tabloid yang dikelola negara China mengklaim pemerintah telah mencegah "tragedi besar" di Xinjiang dengan memperjuangkan keaman...
​AS: Serangan Atas Basis Militer Suriah Tanggungjawab Israel
International
Amerika Serikat (AS) menegaskan bahwa serangan terhadap basis militer Suriah dan basis milisi pro-pemerintah Suriah dilakukan o...
​AS Dituding Serang Basis Militer Suriah
International
Media pemerintah Suriah melaporkan bahwa koalisi pimpinan Amerika Serikat (AS) telah melakukan serangan terhadap basis militer ...
​Gencatan Senjata Diwarnai Bom Bunuh Diri, 21 Tewas
International
Aksi bom bunuh diri mengguncang Afghanistan timur di tengah perayaan gencatan senjata dalam rangka Idul Fitri. Sedikitnya 21 or...
​​Pangkas Subsidi, Mesir Naikkan Harga BBM Hingga 50 Persen
International
Mesir memutuskan untuk menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) hingga 50 persen menyusul imbauan International Monetary Fund (...