Hubungi

(021) 660 39 00

hanya Rp. 75,000 per bulan

​Topan Tembin Hantam Filipina, 240 Tewas

25 Des. 2017, 22.18.55

​Topan Tembin Hantam Filipina, 240 Tewas

Manila, sentananews.com

Topan Tembin atau yang juga disebut Topan Vinta menghantam Pulau Mindanao, Filipina pada Jumat (22/12) lalu. Sampai Senin hari ini, seperti dilansir AFP, korban tewas sudah mencapai 240 orang.

Menurut kantor berita Filipina, Philstar, kepolisian setempat mencatat ada 144 orang yang masih dinyatakan hilang. Sementara sudah ada lebih dari 40 ribu pengungsi semenjak Tembin mengamuk di Laut China Selatan hingga Hari Natal ini.

"Orang-orang meninggalkan semuanya saat mereka berlarian menyelamatkan nyawa mereka," kata Patrick Elliot, Manajer Operasi dan Program IFRC seperti dilansir Philstar.

Topan Tembin menjadi badai ke-22 yang menghantam Filipina sepanjang tahun 2017. Namun menurut catatan Pemerintah Filipina, masih ada dua badai lainnya yang lebih mematikan dibanding Tembin, yaitu Bopha dan Washi.

Topan Bopha menyebabkan 1.900 orang tewas atau hilang pada 2012 . Sementara topan Washi membunuh 1.080 orang pada 2011. Adapun topan paling mengerikan di Filipina terjadi pada 2013, yaitu Haiyan yang menimbulkan 7.350 korban jiwa.

Berdasar lansiran Philstar, desa di pegunungan Dalama menjadi daerah dengan dampak terparah. Daerah ini terhapus di peta dunia setelah disapu bersih topan Tembin. Setidaknya 103 rumah terlibas dahsyatnya Tembin. Topan Tembin masih mengamuk sampai Minggu di Kepulauan Spratly, Laut China Selatan.

Sementara petugas sipil Filipina mencatat korban tewas di Semenanjung Zamboanga sudah mencapai 78 jiwa, sedangkan di Provinsi Lanao del Sur 27 jiwa. Berdasarkan catatan kepolisian Filipina, seperti dilansir AFP, 135 korban jiwa lainnya berasal dari daerah utara Filipina.

Federasi Internaisonal Palang Merah dan Bulan Sabit Merah (IFRC) mengatakan setidaknya ada 70 ribu orang yang terlantar atau terdampak badai tropis tersebut.

Diperkirakan akan sampai di Vietnam pada Hari Natal. Pemerintah Vietnam sudah mempersiapkan untuk mengevakuasi jutaan orang dari daerah yang berpotensi disambangi topan Tembin.

Badan Penanggulangan Bencana Vietnam, seperti dilansir Reuters, mengatakan 74 ribu orang sudah dipindahkan ke tempat yang aman. Sementara pemerintahan di 15 provinsi sudah mempersiapkan untuk mengevakuasi sekitar 1 juta penduduk.

"Vietnam harus memastikan keamanan lokasi pengeboran minyak. Jika diperlukan, tutup wilayah pengeboran dan evakuasi para pekerja," kata Perdana Menteri Vietnam Nguyen Xuan Phuc dilansir Reuters.

Vietnam, seperti Filipina, menjadi negara yang langganan dihantam badai. Tembin akan jadi badai ke-16 yang 'bertamu' ke negara komunis ini.

Editor: Syarief Lussy


To add comments, you should login via Twitter or Facebook

Sign in via Twitter Sign in via Facebook

No comments yet.

EWI Sesalkan Telepon Pejabat Negara Disadap dan Disebarluaskan
International
Direktur Eksekutif Energy Watch, Ferdinand Huatahean mengaku tidak begitu tertarik untuk membahas isi pembicaraan lewat telepon...
​Serangan AS ke Suriah Tambah Ketegangan di Timteng
International
Pengamat Timur Tengah dari Universitas Indonesia (UI), Dr Yon Machmudi mengatakan, serangan pasukan Amerika Serikat dan sekutun...
Amerika Serikat Mulai Serang Suriah
International
Amerika Serikat mulai melancarkan serangan militer ke Suriah sebelum fajar menyingsing pada Sabtu, dan suara ledakan keras berg...
​Jadi Mata-mata Rusia, Estonia Penjarakan Dua Warga
International
Badan keamanan dalam negeri Estonia KaPo, Kamis, mengumumkan dalam laporan tahunannya bahwa negara Baltik tersebut memenjarakan...
​Mensos Nilai Kearifan Lokal Jaga Kerukunan Antar Warga
International
Menteri Sosial Idrus Marham mengungkapkan bahwa fungsi Kearifan Lokal yang dimiliki masyarakat Asmat Papua dapat menjaga keruku...
Jet F-16 Israel Jatuh Ditembak Pasukan Suriah
International
Sebuah jet tempur F-16 milik Israel jatuh di bagian utara negara tersebut, Sabtu (10/2). Insiden ini terjadi karena "tembakan a...
Myanmar Bantah Laporan Soal Kuburan Massal
International
Laporan tentang keberadaan lima kuburan massal Rohingya di sebuah desa di Rakhine, wilayah perbatasan yang luluh lantak akibat ...
Trump: Departemen Kehakiman dan FBI Memihak Demokrat
International
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menuduh para pemimpin Departemen Kehakimannya dan FBI bias secara politik dengan mem...
China Akan Perpanjang Jalan Sutra Lintasi Kutub Utara
International
China berharap dapat bekerja sama dengan semua pihak dalam membangun gagasan mengembangkan jalur pengiriman melintasi Kutub Uta...